Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Bangka Tengah Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Dewan Kalteng Nilai Kenaikan Pajak Hiburan Tak Rasional

  • Oleh Donny Damara
  • 25 Januari 2024 - 11:20 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Kalteng, Duwel Rawing menilai kenaikan pajak hiburan sebesar 40 persen yang dilakukan pemerintah pusat tak rasional, dan itu akan memberikan dampak yang kompleks.

"Kenaikan pajak hiburan ini akan ada yanh diuntungkan dan dirugikan. Saya rasa perlu mencermati kebijakan ini, sebab bisa memberikan dampak besar terutama bagi pelaku usaha di bidang hiburan," ucapnya, Kamis, 25 Januari 2024.

Duwel mengatakan, dirinya kurang memahami atas dasar apa serta tujuan dari kenaikan pajak hiburan yang begitu signifikan tersebut, namun yang pasti pemerintah harus mempertegas maksud dari kenaikan itu.

"Apakah tujuannya untuk mengurangi jumlah tempat hiburan atau ada tujuan lain yang ingin dicapai oleh pemerintah, saya rasa kenaikan ini, harus dilakukan sosialisasi oleh instansi terkait kepada pelaku usaha untuk mempertegas dan agar mereka dapat memahaminya," ujarnya.

Disebutkannya bahwa, kenaikan pajak ini berpotensi menjadi beban finansial yang akan ditanggung oleh pelaku usaha tempat hiburan dan potensi lain yakni pelaku usaha bisa saja rugi dan menutup usahanya.

"Kenaikan sebesar ini tentu akan memberatkan para pelaku usaha di sektor hiburan. Karena bisa saja mereka menutup usahanya karena efek dari kenaikan pajak tersebut," tuturnya.

Terlepas dari itu, Duwel berharap, kebijakan kenaikan pajak tempat hiburan tidak menimbulkan gejolak di kalangan pengusaha tempat hiburan secara nasional termasuk Kalteng.

"Bagi saya pribadi kenaikan pajak ini, sangat tidak rasional karena begitu tinggi. Jika dibebankan ke pengusaha tentu tempat hiburan tersebut akan mengalami pengurangan pengunjung yang siknifikan," tandasnya. (DONNY D/H)

Berita Terbaru