Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Bone Bolango Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Polres Barito Timur Ungkap 4 Kasus Peredaran Gelap Narkotika Sepanjang Januari 2024

  • Oleh Hermawan Dian Permana
  • 06 Februari 2024 - 21:51 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Polres Barito Timur berhasil mengungkap 4 kasus peredaran gelap narkotika sepanjang Januari 2024 dengan jumlah tersangka 7 orang. Pengungkapan kasus itu disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin Kapolres Barito Timur AKBP Viddy Dasmasela, Selasa, 6 Februari 2024.

Kasus pertama dengan tersangka seorang wanita berinisial CDP (39), warga Kelurahan Tamiang Layang.  CDP ditangkap di rumahnya pada pukul 14.30 WIB 10 Januari 2024.

Dari rumahnya polisi mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1,45 gram, 1 buah botol tempat headset, 1 lembar plastik klip bening, 1 unit handphone merk Samsung S23 Ultra, 1 buah kotak kacamata dan 1 buah sendok yang dibuat dari sedotan minuman.

"Pasal yang dilanggar tersangka yaitu Pasal 114 Ayat (1) dan atau Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tersangka terancam pidana penjara paling singkat 5 tahun dan dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar atau paling banyak Rp10 miliar," ucap Kasatresnarkoba Polres Barito Timur Iptu Budi Utomo saat memberikan penjelasan.

Kasus kedua, tersangka berinisial Y (43) warga Desa Karangan Putih Kabupaten Tabalong. Y ditangkap di sebuah barak RT 04 Tamiang Layang pada pukul 11.WIB, tanggal 11 Januari 2024.

Barang bukti yang diamankan polisi dalam perkara ini berupa 1 paket sabu seberat 1,16 gram, 1 unit handphone Vivo Y12s, 1 buah pipet kaca, 1 buah alat hisap bong dan 1 buah rak sendok.

"Tersangka Y dikenakan Pasal 112 Ayat (1) Junto Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun atau paling lama 12 tahun dan pidana denda paling banyak Rp8 miliar," lanjut Kasatresnarkoba.

Kasus berikutnya melibatkan tersangka berinisial V (42), RPA (25) dan SA (26). Ketiganya merupakan warga Desa Jaweten Kecamatan Dusun Timur.

Mereka diamankan di sekitar Jalan Pertamina Desa Jaweten pukul 21.00 WIB, Kamis, 18 Januari 2024, setelah polisi menerima informasi dari masyarakat tentang adanya warga yang melakukan pesta narkoba.

Dalam pengungkapan kali ini, polisi mendapatkan barang bukti 24 paket sabu dengan berat kotor 6,18 gram, 1 timbangan digital, uang tunai Rp217 ribu, alat hisap bong, handphone dan barang bukti lainnya.

Selanjutnya kasus keempat terungkap pada Kamis, 25 Januari 2024, dengan tersangka berinisial EG (54) warga Desa Dayu Kecamatan Karusen Janang dan P (46) warga Desa Antasari Kabupaten Tapin.

Sebelum penangkapan tersangka, Satresnarkoba Polres Barito Timur menerima informasi dari masyarakat bahwa EG diduga sering mengedarkan sabu di Desa Dayu.

Setelah melakukan penyelidikan akhirnya EG dan P dicegat polisi di Desa Sumur saat dalam perjalanan pulang dari Banjarmasin untuk membeli narkoba yang akan dijual lagi.

"Barang bukti yang kami amankan adalah 10 paket narkotika jenis sabu, 1 buah timbangan digital warna silver, 1 pak plastik klip bening, 1 buah sendok dari sedotan, 1 buah dompet warna merah hitam, 1 buah handphone merk Realme warna hitam, 1 buah kotak sepatu warna krem serta 1 unit mobil Agya warna kuning beserta kunci kontak dan surat-surat," papar Kasatresnarkoba. 

Atas perbuatannya EG dan P dikenakan Pasal 114 ayat (1) Junto Pasal 112 Aya (1) Junto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan pidana penjara paling 5 atau paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar atau paling banyak Rp10 miliar. (BOLE MALO/R)


TAGS:

Berita Terbaru