Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Mirwansyah: Produk UMKM Wajib Memiliki Merk dan Terdaftar

  • Oleh Uriutu
  • 19 Februari 2024 - 16:45 WIB

BORNEONEWS, Buntok – Asisten III Setda Barito Selatan Mirwansyah menyebutkan bahwa produk UMKM wajib memiliki merk dan terdaftar.

Hal tersebut disampaikan asisten III saat membuka sosialisasi pendampingan UMKM  Wirausaha Tangguh Kompetitif dan Mandiri (Watakam) di GPU Jaro Pirarahan, Buntok, 19 Febuari 2024.

“Kegiatan ini dilaksanakan tujuannya agar para pelaku UMKM sebagai produsen makanan maupun kerajinan agar produknya memiliki merek atau branding serta legalitas,” kata Mirwansyah.

Ia menyebutkan saat ini produk unggulan di wilayah Barsel melimpah, bahkan yang berbahan dasar buah nanas parigi, ikan serta berbagai anyaman rotan, purun dan bamban.

Baik berupa tas, hiasan maupun peralatan rumah tangga bernilai ekonomi tinggi. Hal itu setelah mmengikuti berbagai pelatihan vokasional, magang serta kaji tiru di Kabupaten Lampung Tengah dan Lumajang, serta kaji tiru inovasi kerajinan ke Bali.

Ia menyampaikan produk UMKM merupakan hasil pemikiran dalam menciptakan karya sendiri selayaknya memiliki proteksi dari plagiasi ataupun pencurian ide.

“Merk adalah salah satu syarat penting untuk membedakan keunggulan produk kita sebagai hasil kreatifitas dan inovasi dalam menciptakan produk dengan iklim kondusif dan persaingan usaha yang sehat dari produk-produk sejenis lainnya supaya dikenal masyarakat luas,” jelas dia.

Oleh karena itu, sambung dia, penting sekali bahwa produk UMKM yang sudah memiliki merk seharusnya sudah terdaftar.

 

Dengan merk yang sudah terdaftar berarti bahwa pelaku UMKM berhak mendapat royalti atas kepemilikan ide tersebut jika suatu saat digunakan orang lain, serta juga selain untuk menangkal masalah-masalah pencurian merk yang timbul dikemudian hari.

Sosialisasi pendampingan UMKM Watakam tersebut difasilitasi oleh dinas perdagangan, koperasi dan UKM Barsel.

Sementara Kadis Perdagkop dan UKM Barsel,, Swita Minarsih mengatakan kegiatan ini diikuti 100 para pelaku UKM aktif dan memiliki produk, namun belum mendaftarkan mereknya.

Adapun instruktur kegiatan sosialisasi dari kantor wilayah kementerian hukum dan ham dan dari dinas perdagangan, koperasi dan UKM Barsel.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pelaku usaha semakin kreatif dan inovatif dalam mengembangkan produknya. Melindungi produk UMKM dari pencurian ide dan plagiasi,” jelas dia.

Kemudian, lanjut dia, agar para pelaku UMKM bisa mendapatkan pendampingan dalam memperoleh legalitas, sehingga produknya bisa  diakses pasar modern. (URIUTU DJAPER/R)


TAGS:

Berita Terbaru