Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Bupati Kotim Intruksikan Evaluasi Program Grebek Stunting

  • Oleh Dewi Patmalasari
  • 22 Februari 2024 - 15:51 WIB

BORNEONEWS, Sampit -  Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor intruksikan dinas terkait untuk mengevaluasi program grebek stunting yang dijalankan selama 3 bulan mulai Desember 2023 hingga Februari 2024.

"Kemarin kita lakukan grebek stunting itu mohon di cek apakah selama 3 bulan berturut-turut ada perubahan atau tidak," kata Halikinnor, Kamis, 22 Februari 2024.

Grebek stunting adalah program Pemkab Kotim dalam rangka menurunkan angka stunting di daerah ini. Grebek stunting dilakukan serentak oleh 21 Puskesmas di 17 Kecamatan menyasar 2.163 anak di wilayah ini.

Pemkab Kotim menganggarkan grebek stunting senilai Rp 1 miliar dimana sebagian besar dananya untuk membagikan susu dan telur selama 3 bulan kepada anak-anak penderita stunting. Adapun jumlah telur 195.000 butir dan susu 95.000 kotak.

Setelah gerakan tersebut dimulai, kader Posyandu akan memantau perkembangan anak-anak selama 3 bulan berturut-turut.

"Jika ada perubahan program ini kita lanjutkan. Kalau tidak ada perubahan perlu kita evaluasi apakah sudah tepat sasaran," ujarnya.

Sehingga tidak hanya program dijalankan tetapi harus ada pengaruh signifikan. Jika program tersebut efektif menurunkan stunting pihaknya akan melanjutkan, namun jika sebaliknya dirinya mempertimbangkan alternatif penyelesaian lain untuk mengentaskan stunting di Kotim. 

Diketahui, berdasarkan data e-PPGBM bahwa prevalensi stunting kabupaten kotawaringin timur tahun 2022 sebesar 22,6 persen dan mengalami penurunan pada tahun 2023 menjadi sebesar 18,4 persen. Pemerintah daerah masih mengemban tugas untuk menurunkan angka stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024 sesuai target nasional. (DEWI PATMALASARI/R)


TAGS:

Berita Terbaru