Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Tergiur Keuntungan 35 Persen, 6 Warga Kobar Laporkan Produk Investasi Skincare Diduga Bodong

  • Oleh Wahyu Krida
  • 26 Februari 2024 - 13:10 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tertarik lantaran diiming-imingi keuntungan sebesar 35 persen setiap bulan, hal itulah yang membuat Zunia Padila Sari tertarik untuk ikut berinvestasi pada produk skincare yang ditawarkan seorang perempuan berinisial TN.

Namun sayangnya keuntungan 35 persen tersebut hanya 6 bulan saja bisa dinikmatinya, setelah itu Zunia Padila Sari yang merupakan warga Jalan Mak Jambek Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) ini tidak lagi mendapatkan haknya.

Bahkan saat ia mencoba menarik kembali  uang yang telah diinvestasikannya, hingga saat ini juga tidak jelas kapan dikembalikan. 

Untuk itulah Zunia Padila Sari bersama 6 investor lainnya melaporkan TN ke Mapolres Kobar, Senin, 26 Januari 2024 lantaran upaya mereka untuk menarik kembali uang yang di investasikan pada bisnis skincare yang dimiliki TN tidak kunjung membuahkan hasil. 

Zunia Padila Sari menceritakan kenapa ia bisa tertarik dan menginvestasikan uangnya di bisnis skincare TN.

"Awalnya saya melihat tawaran investasi dari medsos Instagram skincare milik TN. Setelah itu saya tertarik dan bertemu dengannya sekitar bulan April 2023. Saat itu saya menginvestasikan uang sebesar Rp 4.000.000 dan bulan berikutnya saya mendalat keuntungan 35 persen dari modal yaitu Rp 466.000 setiap bulan," jelas Zunia Padila Sari.

Namun, menurut Zunia Padila Sari, keuntungan bisnis tersebut hanya didapatkan hingga bulan Oktober 2023.

"Setelah Oktober 2023, keuntungan yang diberikan oleh TN ke saya sudah mulai berkurang. Waktu itu saya hanya di transfer uang Rp 100.000 dan menurut TN sisa keuntungannya akan dicicil. Tetapi bulan November dan Desember 2023 tidak ada lagi keuntungan bisnis  skincare yang saya terima. TN menjanjikan keuntungan akan dibayarkan bulan Januari 2024, namun tidak ada juga. Hingga Bulan Februari belum juga ada keuntungan dan saat saya minta uang saya dikembalikan, juga tidak ada jawaban yang menyelesaikan permasalahan maka saya dan beberapa teman melaporkan TN ke Mapolres Kobar," jelas Zunia Padila Sari.

Menurut Zunia Padila Sari, nominal uamg yang di investasikan pada TN, jumlahnya beragam.

"Saya Rp 4.000.000, ada yang Rp 9.000.000 kakak saya Rp 25.000.000 bahkan ada juga yang diatas itu. Dari kami berenam saja kerugian bila dikumpulkan berjumlah sekitar Rp 53.000.000 lebih," jelas Zunia Padila Sari.

Berita Terbaru