Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kampanyekan Komoditas Kakao Salah Satu Cara Mengatasi Konflik Perkebunan

  • Oleh Marini
  • 29 Februari 2024 - 04:00 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Mengatasi konflik perkebunan yang kerap terjadi, terutama pada komoditas sawit, maka Pemprov Kalteng berinisiatif kampanyekan komoditas Kakao.

Wakil Gubernur Kalteng H Edy Pratow menaruh harapan kepada para petani kakao di Kalteng agar komoditas kakao berkembang.

"Dirembukkan, kira-kira peluang, hambatan, maupun sistem bagaimana budidayanya supaya lebih maju, lebih berkembang, bisa dilakukan bersama-sama dengan dinas teknis kita Dinas Perkebunan," katanya, Rabu, 28 Februari 2024.

Saat dikonfirmasi Borneonews seorang petani kakao Desa Tampa, Kecamatan Paku, Kabupaten Barito Timur Marsono menyampaikan bahwa dirinya berhasil menerapkan metode tumpang sari untuk tanaman karet dan kakao.

"Dengan metode tumpang sari yakni jarak antara pohon karet dan tanaman kakao sekitar 4 meter. Dan saya dikebun itu memiliki dua pohon kakao dan karet," jelasnya.

Dirinya juga menyebutkan, apabila pengolahan kakao semuanya baik berkualitas, biji yang sudah kering maka diberi harga senilai kurang lebih Rp.22.000 per kg.

“Apabila kita hitung, bahwa dalam satu pohon itu dapat menghasilkan biji kakao seberat satu setengah kilo. Saya tertarik dengan kakao hasilnya lebih pasti, dibandingkan sawit yang ada tandannya berat isinya gak seberapa," tandasnya. (MARINI/j)


TAGS:

Berita Terbaru