Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Bangka Barat Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Penyusunan GDPK 2025 - 2050 di Kapuas Sebagai Komitmen Prioritas Pembangunan Kependudukan

  • Oleh Dodi Rizkiansyah
  • 29 Februari 2024 - 21:40 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kabupaten Kapuas telah mengadakan Expose awal Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) Kabupaten Kapuas tahun 2025 - 2050 dan Forum Grup Discussion (FGD) tahun 2024.

Kegitatan yang berlangsung di Aula Beppelitbangda Kapuas ini dibuka oleh Pj Bupati Kapuas yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Yunabut, Kamis, 29 Februari 2024.

Yunabut mengatakan dengan tersusunnya GDPK ini, diharapkan menjadi komitmen pemerintah terhadap prioritas pembangunan kependudukan, sekaligus mampu meningkatkan kepedulian para pengampu kebijakan terhadap keterkaitan antara isu kependudukan dengan pembangunan.

"Sebagai suatu kesatuan yang saling beintegrasi dan bersinergi dalam setiap langkah dan capaiannya," katanya.

Menurut dia pembangunan kependudukan adalah upaya mewujudkan sinergi, sinkronisasi dan harmonisasi pengendalian kuantitas peningkatan kualitas, pembangunan keluarga, penataan persebaran dan pengarahan mobilitas, serta penataan administrasi kependudukan.

"Pembangunan kependudukan akan menjadi pilar utama dalam menentukan arah pembangunan untuk tahun-tahun mendatang," ucapnya.

Karena, tujuan penyusunan dokumen GDPK Kabupaten Kapuas adalah untuk mendukung pembangunan daerah yang berwawasan kependudukan menuju tercapainya kualitas penduduk yang tinggi.

“Grand Design Pembangunan Kependudukan tidak hanya sebuah dokumen strategis, tetapi juga peta jalan yang akan membimbing kita dalam merancang masa depan kependudukan Kabupaten Kapuas, sebagai rumusan perencanaan pembangunan kependudukan untuk 25 tahun ke depan,” jelasnya.

Adapun dalam kegiatan ini dihadiri sejumlah instansi terkait dengan narasumber yakni Tim Ahli dari LPPM Universitas Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan. (DODI/H)

Berita Terbaru