Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau Sumbang Inflasi Kalteng

  • Oleh Testi Priscilla
  • 03 Maret 2024 - 12:01 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kelompok makanan, minuman, dan tembakau pada Februari 2024 Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi y-on-y sebesar 4,83 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 102,90 pada Februari 2023 menjadi 107,87 pada Februari 2024.

"Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok makanan sebesar 4,85 persen dan terendah yaitu subkelompok minuman tidak beralkohol sebesar 3,33 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro pada Minggu, 3 Maret 2024.

Kelompok ini pada Februari 2024 menurut Eko memberikan andil atau sumbangan inflasi y-on-y sebesar 1,82 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andilbatau sumbangan inflasi y-on-y, lanjut Eko, yaitu beras sebesar 0,51 persen, ikan gabus 0,19 persen, Sigaret Kretek Mesin atau SKM 0,16 persen, tomat 0,14 persen, gula pasir 0,13 persen, ikan nila dan bawang putih 0,11 persen, udang basah 0,08 persen, Sigaret Kretek Tangan atau SKT 0,06 persen, makanan ringan atau snack, telur ayam ras, biskuit, cabai rawit, dan ikan asin sepat 0,04 persen, dan susu bubuk 0,03 persen.

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan deflasi y-on-y, yaitu daging ayam ras sebesar 0,13 persen, ikan papuyu 0,10 persen, minyak goreng 0,07 persen, bawang merah 0,05 persen, ikan layang/ikan benggal dan daging babi 0,02 persen, kacang panjang, daun singkong, daging sapi, ikan selar/ikan tude, ikan asin telang, dan jagung manis 0,01 persen.

"Sementara kelompok ini pada Februari 2024 memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m sebesar 0,51 persen," tutur Eko lagi.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, yaitu daging ayam ras sebesar 0,69 persen, ikan nila 0,03 persen, ikan patin 0,02 persen, ikan papuyu, ikan bandeng/ikan bolu, daging sapi, ikan peda, dan ikan lele 0,01 persen.

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m, yaitu beras sebesar 0,08 persen, telur ayam ras 0,04 persen, ikan gabus 0,03 persen, udang basah, cabai merah, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, kangkung, bawang merah, Sigaret Kretek Mesin atau SKM, minyak goreng, gula pasir, ikan kapar, mie kering instant, Sigaret Kretek Tangan atau SKT, dan kentang masing-masing sebesar 0,01 persen. (TESTI PRISCILLA/j)

Berita Terbaru