Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Penumpang Kapal Laut dari Sampit Naik Jelang Ramadan

  • Oleh ANTARA
  • 03 Maret 2024 - 11:21 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Menjelang bulan suci Ramadan 1445 Hijriah atau 2024 Masehi, jumlah penumpang kapal yang bertolak dari Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menuju Pulau Jawa mengalami peningkatan signifikan.

"Sejak dua minggu sebelum puasa (Ramadan), rata-rata kapal sudah melayani kapasitas angkut kami yaitu 650 pelanggan yang pulang ke Jawa untuk Nyadran. Akan tetapi masih menggunakan tarif normal yaitu Rp290.000," kata Manajer PT Dharma Lautan Utama Cabang Sampit Hendrik Sugiharto di Sampit, Minggu, 3 Maret 2024.

Saat kondisi normal, kapal jenis roro (roll-on/roll-off) tersebut mengangkut sekitar 300 hingga 400 penumpang. Menjelang Ramadhan ini, jumlah penumpang meningkat menjadi hingga 650 orang.

Menurut Hendrik, peningkatan penumpang berangsur terjadi dalam satu bulan terakhir. Ia memperkirakan, ini berkaitan adanya tradisi Nyadran di kalangan masyarakat Jawa dalam menyambut tibanya bulan suci Ramadhan, yaitu terhitung mulai 12 Februari hingga 10 Maret 2024.

Nyadran adalah tradisi ziarah ke kubur para leluhur atau keluarga yang sudah meninggal di kampung halaman. Untuk itulah banyak warga maupun pekerja di Kotawaringin Timur yang menyempatkan mudik ke kampung halaman mereka untuk menjalankan tradisi tersebut.

PT Dharma Lautan Utama mengoperasikan dua kapal mereka di Pelabuhan Sampit yaitu KM Kirana III dan KM Kirana I yang melayani rute Sampit-Surabaya dan Sampit Semarang.

Untuk sementara jadwal yang tersedia hanya untuk lintasan Sampit-Surabaya dengan armada KM Kirana III, sedangkan lintasan Sampit-Semarang masih konfirmasi karena KM Kirana I masih dalam pemeliharaan dan diharapkan segera kembali beroperasi.

Saat ini pun masih banyak calon penumpang yang memesan tiket untuk keberangkatan menjelang Ramadhan. Loket penjualan tiket pun menjadi lebih ramai dari biasanya.

Disinggung soal tarif, Hendrik menjelaskan terhitung mulai 1 Maret 2024 sudah ada pola tarif bertingkat. Pihaknya melakukan penyesuaian dari tarif dasar Rp290.000 per orang dengan besaran kenaikan yang telah ditentukan.

Terhitung H-40 sampai H-30 Lebaran Idul Fitri, kenaikan tarif diberlakukan sebesar 10 persen. Namun mulai H-29 sampai H-23 ada penurunan tarif 15 persen. Hal ini untuk menarik minat masyarakat dengan tarif lebih murah agar calon pelanggan dapat mudik lebih awal dan tidak berdesakan.

Berita Terbaru