Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Berikut Penyebab Inflasi dan Deflasi Kalteng Versi BPS Kalteng

  • Oleh Marini
  • 05 Maret 2024 - 09:00 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik BPS Provinsi Kalteng Akhmad Tantowi mengatakan ada beberapa faktor terjadinya inflasi dan deflasi di Kalteng.

Menurutnya, komoditas utama penyebab inflasi Kalteng oleh beras, telur ayam ras, ikan gabus, udang basah dan ikan bakar. 

Sedangkan untuk, deflasi disebabkan daging ayam ras, ikan nila, ikan patin, ikan patuhi dan bahan bakar rumah tangga.

"Inflasi/ deflasi M to M di Provinsi Kalteng -0,46 persen. Adapun inflasi disebabkan oleh beras, telur ayam ras, ikan gabus, udang basah dan ikan bakar. Andil deflasi disebabkan daging ayam ras, ikan nila, ikan patin, ikan patuhi dan bahan bakar rumah tangga," jelasnya pada rapat inflasi dengan Pemerintah Provinsi Kalteng, bertempat di Ruang Rapat Bajakah, LT. II Kantor Gubernur Kalteng, Senin, 4 Maret 2024.

Saat ini katanya, terdapat empat kota yang mengalami deflasi di Kalteng diantaranya Sampit M-to-M -0,34 persen dan Y-on-Y 2,14 persen, Kota Palangka Raya M-to-M -0,41 persen dan Y-on-Y 2,32 persen, Sukamara M-to-M -0,62 persen dan Y-on-Y 2,64 persen dan Kapuas M-to-M -0,60 persen dan Y-on-Y 2,90 persen. 

Berdasarkan perkembangan indeks harga konsumen katanya pada Februari yang dirilis pada tanggal 1 Maret 2024, pada Februari 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Kalteng sebesar 2,46 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,27. 

Sempat ada inflasi tertinggi terjadi di Kapuas sebesar 2,90 persen dengan IHK sebesar 106,13 dan terendah terjadi di Sampit sebesar 2,14 persen dengan IHK sebesar 104,52.

"Sedangkan untuk hari ini berdasarkan pengamatan kami masih 0 (nol) kota mengalami inflasi," tutupnya. (MARINI/j)

Berita Terbaru