Suara Rakyat Kalimantan
www.borneonews.co.id
 

Pernikahan Dini Masih Menjadi Tren

ILUSTRASI
ILUSTRASI

BORNEONEWS, Sampit - Pernikahan dini di Kabupaten Kotawaringin Timr (Kotim) ternyata masih menjadi tren.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Kotawaringin Timur Rusmiati, saat dihubungi, Minggu (22/5/2016) mengatakan, kasus itu, harus secepatnya dihentikan. Mengingat lebih banyak dampak negatifnya. Pernikahan dini sangat berbahaya jika ditinjau dari aspek kesehatan. Begitu juga dampak psikologisnya terhadap laki-laki maupun perempuan.

“Menikah pada usia dini merupakan masalah kesehatan reproduksi. Karena semakin muda umur menikah semakin panjang rentang waktu untuk bereproduksi,” kata dia.

Rusmiati menjelaskan, berdasarkan data Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) Nasional, pada 2007 terdapat fakta bahwa setiap 1.000 remaja ada 26 di antaranya yang sudah menikah. Dan, lima tahun kemudian pada 2012, angka itu naik enam poin menjadi 32 dari 1000 remaja.

Kemudian berdasarkan Riset Dasar Kesehatan (Riskesdas) 2013, provinsi dengan persentase perkawinan usia sangat muda (10-19 tahun) yang paling tinggi adalah Kalimantan Selatan (9%), Jawa Barat (7,5%), Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah masing-masing tujuh persen.

“Pernikahan dini juga menjadi penyebab tren perceraian usia muda meningkat. Penyebabnya karena emosi yang tidak terkendali dan percekcokan. Bahkan pelaku pernikahan dini sangat rentan mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT,” ujar dia.

Karena itu, BPPKB Kotim terus melakukan kampanye melalui advokasi dan sosialisasi kepada kalangan remaja agar bisa menunda perkawinan. Minimal untuk memasuki perkawinan seorang remaja harus sudah melewati usia 21 tahun.

Selain itu, lanjut Rusmiati, pihaknya juga membentuk kader Keluarga Berencana (KB) remaja, sebagai wadah untuk remaja saling berdiskusi terkait KB. Kader KB remaja juga akan dibekali pengetahuan pentingnya mengatur dan merencanakan pernikahan serta memiliki anak. Serta pengetahuan terkait reproduksi, untuk mencegah kasus kehamilan di luar nikah.

“Sehingga hamil di luar nikah yang menjadi pemicu utama pernikahan dini dapat dicegah,” ucap dia. (RAFIUDIN)

Berita Terkait

Usia Pernikahan Dini di Katingan Turun

Usia Pernikahan Dini di Katingan Turun

kasongan - ketua tim penggerak (tp) pkk kabupaten katingan
 150 Pelajar Ikuti Penyuluhan Dampak Pernikahan Dini

150 Pelajar Ikuti Penyuluhan Dampak Pernikahan Dini

sukamara - sebanyak 150 siswa smp dan sma di
Pernikahan Anak di Bawah Umur Diperbolehkan

Pernikahan Anak di Bawah Umur Diperbolehkan

pangkalan bun - meski memiliki banyak dampak negatif, pernikahan
Kementerian Agama Tambah Jumlah Buku Nikah untuk Antisipasi Ledakan Pernikahan,

Kementerian Agama Tambah Jumlah Buku Nikah untuk Antisipasi Ledakan Pernikahan,

sukamara – kementerian agama (kemenag) sukamara menambah jumlah buku nikah
Sebanyak 35 Pasutri Ikuti Nikah Masal di Sukamara

Sebanyak 35 Pasutri Ikuti Nikah Masal di Sukamara

sukamara – tahun ini pemerintah kabupaten sukamara yang bekerjasama
Masyarakat Diminta ‎Serius Ikuti Program KB

Masyarakat Diminta ‎Serius Ikuti Program KB

‎ katingan - masyarakat diminta serius mengikuti program keluarga berencana (kb)
Calon Pengantin Positif Narkoba Ditunda Menikah

Calon Pengantin Positif Narkoba Ditunda Menikah

kementerian agama (kemenag) kota ternate, maluku utara (malut), merencanakan tes
Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat Indrawan Sakti Minta Pensiun Dini 31 Juli 2016

Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat Indrawan Sakti Minta Pensiun Dini 31 Juli 2016

pangkalan bun - kepala dinas kesehatan kotawaringin barat (dinkes
Aparatur Desa Dilatih Deteksi Dini Intelijen

Aparatur Desa Dilatih Deteksi Dini Intelijen

barito selatan - badan kesatuan bangsa dan politik (kebangpol)
13 Pasangan Ikuti Isbat Nikah Difasiltasi Pemkab

13 Pasangan Ikuti Isbat Nikah Difasiltasi Pemkab

lamandau - pemerintah kabupaten (pemkab) lamandau bekerjasama dengan pengadilan