Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Semua Sektor di Gunung Mas Diminta Dukung Program Aksi Percepatan Penurunan Stunting

  • Oleh Riska Yulyana
  • 25 Maret 2024 - 16:10 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pemkab Gunung Mas gelar rapat aksi I analisis situasi tahun 2024 yang dilaksanakan di aula Bapperida, Senin, 25 Maret 2024.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap dukungan dan kerjasama seluruh lintas sektor serta komitmen kita dalam mendukung Program Aksi Percepatan Penurunan Stunting dan menjadi sebuah pilihan dalam mewujudkan derajat kesehatan yang lebih baik," ujar Sekda Gunung Mas Richard melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Setda Gumas Lurand, Senin, 25 Maret 2024.

Dia melanjutkan, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting sebagai penguatan dan penajaman Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting yang telah diluncurkan sejak tahun 2018.

Perpres itu, semakin memperkuat kerangka intervensi dan kelembagaan dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting baik di tingkat pusat dan daerah untuk mencapai target prevalensi stunting 14 persen pada tahun 2024 sesuai dengan RPJMN 2020-2024.

Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Gunung Mas Yantrio Aulia menjelaskan bahwa analisis situasi bertujuan untuk membantu pemerintah kabupaten/kota dalam menentukan upaya perbaikan manajemen layanan untuk meningkatkan akses lima kelompok sasaran.

"Harapannya, melalui kegiatan ini akan menghasilkan rekomendasi desa/kelurahan lokus prioritas percepatan penurunan stunting yang ditetapkan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota pada setiap tahunnya," ujarnya.

Kemudian menghasilkan rekomendasi tindakan perbaikan layanan yang perlu ditingkatkan kualitas pelaksanaannya dan diprioritaskan melalui dokumen perencanaan dan penganggaran daerah dan desa.

Lalu, rekomendasi peningkatan ketersediaan, kualitas serta aksesibilitas data stunting dan cakupan layanan dari lintas OPD terkait.

"Selain itu diharapkan analisis situasi ini menghasilkan rekomendasi kebutuhan penguatan koordinasi, baik koordinasi antar OPD dalam sinkronisasi program/kegiatan maupun koordinasi antara kabupaten/kota dan desa/kelurahan dengan dukungan kecamatan," tukasnya. (RISKA YULYANA/H)

Berita Terbaru