Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Eldoniel Mahar: Kemelut PSI Kalteng Tidak Seharusnya Terjadi

  • Oleh Testi Priscilla
  • 03 April 2024 - 04:00 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kader Partai Solidaritas Indonesia Kalimantan Tengah atau PSI Kalteng, Eldoniel Mahar mengatakan kemelut di tubuh partai berlambang Mawar Merah ini tidak seharusnya terjadi.

Baru-baru ini memang terjadi pro kontra yang keluar dari pernyataan Ketua DPW PSak Kalteng, Sis Pancani Gandrung yang beredar melalui beberapa media online dan tiktok baru terkait pemilihan calon yang diajukan PSI untuk menduduki posisi calon legislatif di berbagai daerah di Kalteng.

"Sejatinya, mengingat ini urusan internal partai, saya tidak berniat memperpanjang pembahasan ini di ruang publik," kata Eldon pada Selasa, 2 April 2024.

Eldoniel Mahar, pria lulusan Meinder School of Business, Oklahoma City University, USA inipun sangat menyayangkan sikap dari seorang Ketua DPW PSI Kalteng selama ini, dalam menyingkapi masalah yang dididera oleh partai besutan Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden RI bapak Joko Widodo.

"Munculnya pemberitaan di media online terkait pertanyaan seputar keberadaan saya sebagai caleg, yang kemudian direspon oleh Pancani Gandrung selaku Ketua DPW PSI Kalteng dengan pernyataan terbuka, yang secara tak langsung ditujukan kepada saya, memaksa dan menimbulkan kewajiban sosial bagi saya untuk mengungkapkan secara terbuka pula pada awak media bahwa latar belakang pengunduran diri saya sebagai caleg adalah akibat adanya campur tangan beliau," beber Eldon lagi.

Namun belakangan, lanjut Eldon, muncul konten TikTok berjudul "Anggaran Pusat Paling Besar Berapa Kursi Yang Didapat PSI Kalimantan Tengah" yang menyatakan bahwa DPW PSI tidak ikut campur dalam penetapan nomor urut caleg di daerah.

"Ini sangat bertolak belakang/tidak sesuai/tidak sama dengan kenyataan ataupun pengalaman saya saat pencalegan, sehingga kembali menimbulkan beban sosial bagi saya untuk menceritakan kejadian sebenarnya secara terbuka, guna menghindari kesan bahwa apa yang saya ungkapkan sebelumnya pada awak media adalah tidak benar alias bohong," tegasnya.

Untuk itu Eldon merasa perlu menjelaskan sekaligus menegaskan bahwa Ketua DPW PSI Kalteng Pancani Gandrung terindikasi kuat ikut campur menentukan nomor urut caleg di daerah, sebagaimana fakta dan pengalaman saya selama mengikuti proses pencalegan di kota Palangka Raya. 

"Nomor urut saya selaku pengurus yang telah sekian lama menggalang suara potensial diturunkan dari nomor 1 menjadi nomor 2, diduga dikondisikan oleh Pancani Gandrung, yang menggunakan pengaruh dan kewenangannya selaku Ketua DPW PSI Kalteng, dengan alasan beliau mendapat tekanan dari kalangan suku tertentu yang merupakan suku ybs sendiri, padahal PSI bukanlah partai identitas untuk suku tertentu," tegas Eldoniel lagi.

Nomor urut 1, lanjutnya, diberikan kepada pihak yang kala itu adalah anggota baru dan bukan pengurus partai, hal ini bertentangan dengan arahan DPP yakni mengutamakan pengurus dalam hal pencalegan, sebagaimana seringkali dilontarkan pada zoom meeting internal partai. 

"Jika ditempatkan pada nomor urut 2 dan manakala diberlakukan sistem pemilihan tertutup, saya tidak ingin suara potensial yang telah diupayakan di lingkungan saya justru menguntungkan pihak lain. Inilah yang menyebabkan saya mengundurkan diri dari pencalegan, dikarenakan ada sesuatu yang sangat janggal, anomali, serta bertentangan dengan idealisme partai dan arah kebijakan DPP," bebernya.

Memang tak dapat dipungkiri menurut Eldon bahwa ada kenaikan jumlah kursi legislatif yang diperoleh PSI di tingkat daerah, namun andaikata tak ada campur tangan Ketua DPW yang nota bene tidak sejalan dengan arahan serta garis kebijakan DPP, seharusnya, bukan tak mungkin perolehan itu bisa lebih banyak lagi didapat dari calon potensial lain yang terkendala faktor non teknis untuk memunculkan diri sebagai caleg.

"Saya berharap ini bisa menjadi introspeksi bersama agar tak terulang lagi di masa yang akan datang," ungkapnya ini menyampaikan.

Selaku kader PSI yang dikenal sebagai partai anti korupsi yang mengedepankan kejujuran, saya wajib dan bertanggung jawab secara sosial untuk menyampaikan semua ini dengan sebenar benarnya kepada publik.

"Selanjutnya, saya mengimbau untuk menyudahi polemik ini, semoga kedepannya tak ada lagi pernyataan yang mengesankan tak ada campur tangan Ketua DPW PSI Kalteng dalam pencalegan di daerah. Mari sudahi polemik ini dan masalah yang dihadapi PSI Kalteng sudah disampaikan oleh pihak DPD Kabupaten ke DPP PSI di Jakarta, biarkanlah waktu yang menjawab ini semua," kata mantan  Bendahara PSI Kalteng periode 2020 hingga 2022 dan juga sekaligus Cucu Pendiri Provinsi Kalimantan Tengah, Mahir Mahar ini.(TESTI PRISCILLA/R)


TAGS:

Berita Terbaru