Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pemko Palangka Raya Fasilitasi Pembentukan MHA di Kelurahan Sei Gohong

  • Oleh Hendri
  • 22 April 2024 - 14:11 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, melalui Bidang Konservasi Tahura dan Bina Lingkungan, melakukan pendampingan untuk mempersiapkan dokumen pembentukan Masyarakat Hukum Adat (MHA) di Kelurahan Sei Gohong, Kecamatan Bukit Batu.

Kepala DLH Palangka Raya, Achmad Zaini menjelaskan, pendampingan ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam mendukung pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat.

"Kami menyadari bahwa masyarakat adat memiliki peran penting dalam pengelolaan dan pelestarian lingkungan. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk mendampingi proses pembentukan Masyarakat Hukum Adat di Kelurahan Sei Gohong," katanya, Senin, 22 April 2024.

Dalam proses pendampingan ini, Dinas Lingkungan Hidup bekerja sama dengan tokoh-tokoh masyarakat adat setempat.

Mereka membantu menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan, seperti profil masyarakat adat, peta wilayah adat dan aturan-aturan adat yang berlaku.

"Kami melibatkan masyarakat adat secara aktif dalam proses ini. Mereka yang paling memahami sejarah, budaya, dan tradisi yang ada di wilayah mereka. Kami hanya memfasilitasi dan mendampingi mereka," jelasnya.

Pembentukan MHA di Kelurahan Sei Gohong diharapkan dapat memberikan pengakuan dan perlindungan hukum bagi masyarakat adat.

Selain itu, keberadaan MHA juga akan memperkuat peran masyarakat adat dalam pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan.

"Dengan adanya MHA, masyarakat adat akan memiliki hak dan kewenangan yang jelas dalam mengelola wilayah adat mereka. Hal ini akan mendorong mereka untuk lebih aktif dalam menjaga kelestarian hutan, sungai, dan lingkungan di sekitar," ungkapnya.

Proses pembentukan MHA di Kelurahan Sei Gohong diharapkan dapat selesai dalam waktu dekat. Dinas Lingkungan Hidup Palangka Raya berkomitmen untuk terus mendampingi dan mendukung inisiatif serupa di wilayah-wilayah lain yang memiliki masyarakat adat.

"Kami berharap kerja sama yang baik dengan masyarakat adat dapat menjadi model dalam pengelolaan lingkungan yang lebih partisipatif dan berkelanjutan," pungkasnya. (HENDRI/j)

Berita Terbaru