Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Polresta Palangka Raya Umumkan Motif Santri Bunuh Ustadzah

  • Oleh Pathur Rahman
  • 16 Mei 2024 - 11:11 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Polresta Palangka Raya menggelar konferensi pers terkait kasus kematian seorang ustadzah di salah satu pondok pesantren di Palangka Raya. Korban bernama STN, berusia 35 tahun.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Budi Santosa mengatakan, seorang santri berinisial FA, berusia 13 tahun. Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi-saksi, termasuk beberapa ustad dan ustadzah yang melihat kejadian tersebut dan membantu membawa korban ke rumah sakit serta mengamankan pelaku.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pelaku adalah dendam terhadap hukuman yang diberikan oleh korban. Pada Desember 2023, pelaku telah melakukan pelanggaran dan mendapatkan hukuman berupa dijemur.

"Kemudian, pada tanggal 13 Mei, pelaku kembali melakukan pelanggaran dengan keluar dari pondok pesantren tanpa izin. Sebagai hukuman, pelaku disuruh menyalin Al-Quran sebanyak 2 juz," ungkap Budi, Kamis, 16 Mei 2024.

Selanjutnya pada 14 Mei, sekitar pukul 23.00 WIB, setelah selesai melakukan tugas hukuman, pelaku teringat akan rasa benci dan dendam terhadap korban.

Pelaku kemudian masuk ke rumah korban melalui jendela, mengambil pisau dapur di rumah korban, kemudian melakukan penganiayaan berat, mengakibatkan luka di wajah, leher, dada, dan lengan korban.

Barang bukti berupa senjata tajam telah diamankan oleh pihak kepolisian. Untuk proses hukum, pelaku disangkakan dengan pasal 338 tentang pembunuhan, yang dilapis dengan pasal 351 ayat 3.

Meskipun usia pelaku baru 13 tahun, pihak kepolisian tetap mengikuti aturan hukum yang berlaku, di mana penahanan tidak dapat dilakukan terhadap anak di bawah usia 14 tahun. Namun, pelaku diwajibkan untuk melaporkan diri ke Polresta Palangka Raya.

"Proses penyidikan kasus ini masih berjalan, dan pihak Polresta Palangka Raya akan terus mengikuti prosedur hukum yang berlaku," pungkasnya. (PATHUR/j)

Berita Terbaru