Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Nihil Atlet Lokal, Dewan Kritik 3 Kali Penyelenggaran UCI di Palangka Raya

  • Oleh Marini
  • 18 Mei 2024 - 11:31 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Nihil atlet lokal dari Kalimantan Tengah (Kalteng) yang ikut berpastisipasi pada ajang balap sepeda dunia Union Cycliste Internationale (UCI) Mountain Bike (MTB) Eliminator World Cup 2024 di Palangka Raya mendapatkan serangan kritikan dari wakil rakyat di DPRD Provinsi Kalteng.

Selama 3 tahun berturut-turut kejuaran balap sepeda dunia tersebut tanpa diikut sertakan atlet lokal. Hal ini membuat Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalteng Yohanes Freddy Ering geram.

Bahkan dirinya menyebut pada penyelenggaraan ajang perlombaan sehari tersebut mampu telan dana anggaran daerah miliaran rupiah.

"3 kali gelaran UCI harusnya atlit lokal sudah dapat bersaing, kalau kemudian itu hanya jadi panggung atlit-atlit manca negara, sia sia dan percuma," katanya, Sabtu, 18 Mei 2024.

Pihaknya juga menerima informasi bahwa anggaran daerah pada kegiatan tersebut mencapai kurang lebih Rp.25 miliar dan tentu dana sebesar itu diluar pihak lain seperti sponsor yang ikut berpastisipasi.

"Kegiatan tersebut yang dengan anggaran yang wahhh ! Rp.25 miliar di luar sponsorrrrr !," tegasnya.

Katanya, penyelenggaraan balap sepeda UCI MTB tahun ini bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kalimantan Tengah ke-67. Hal ini saat disayangkan tanpa adanya atlet lokal sebagai tuan rumah yang berlaga pada ajang bergengsi tersebut.

Kejuaraan balap sepeda dunia itu akan digelar di kawasan Stadion Tuah Pahoe Sirkuit SG 1973 Palangka Raya, pada minggu 19 Mei 2024 dan kali ketiga dihelat di sana, sejak 2022 lalu. Pada tahun ini sekitar 50 negara akan bertarung.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dari Ketua Harian Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (ISSI) Kalimantan Tengah, Rahmat Nasution Hamka mengatakan, ajang ini akan diikuti atlet dari kurang lebih 50 negara. 

Katanya, atlet Eropa dan Amerika Selatan masih mendominasi. Sedangkan atlet dari Indonesia berasal dari luar Provinsi Kalteng.

"Ya, mungkin total akan ada 50 negara-an lah yang akan ikut World Cup kali ini. Rata-rata yang datang masih dari Eropa, mereka mendominasi. Dari Amerika Selatan seperti Brasil dan Argentina juga ada, atlet Indonesia juga ada," tandasnya.(MARINI/R)


TAGS:

Berita Terbaru