Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Jenazah 3 Anggota Keluarga Tewas Saat Kecelakaan di Parenggean Dibawa ke Medan

  • Oleh Dewi Patmalasari
  • 20 Mei 2024 - 19:35 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Jenazah 3 anggota keluarga yang tewas saat kecelakaan di Jalan Poros Kecamatan Parenggean dibawa ke Medan.

"Hari ini jenazah 3 korban kecelakaan itu dijemput keluarga dan akan terbang ke Medan untuk dimakamkan secara islam di kampung halaman," kata Wakil Bupati (Wabup) Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati saat menemui satu korban selamat di IGD RSUD dr Murjani Sampit, Senin, 20 Mei 2024.

Insiden kecelakaan maut terjadi di Jalan Poros, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotim pada Minggu, 19 Mei 2024. Kejadian tersebut berawal saat truk Crude Palm Oil (CPO) dengan nopol KH 8927 LN melaju di Jalan Poros dari arah pelantaran menuju Parenggean pada jalurnya.

Tuk CPO tersebut turun ke bahu jalan, bermaksud putar balik. Dari arah belakang jalur yang sama, melaju sepeda motor Yamaha Vega R dengan nopol KH 2653 FD warna hitam yang dikendarai oleh ayah YMS (34), ibu RS (30) dan kedua anaknya. Karena jarak yang sudah terlalu dekat akhirnya kecelakaan tidal bisa dihindarkan. Korban terpental hingga ke bahu jalan.

Akibatnya, pasangan suami istri tewas bersama anaknya bungsunya yang berusia 1,5 tahun. Sedangkan salah satu anak korban yang masih berumur 6 tahun dalam perawatan.

Jenazah ayah YMS (34), ibu RS (30) dan adik bungsunya dipulangkan ke Medan melalui penerbangan Palangka Raya-Jakarta-Medan pukul 03.00 WIB. Jenazah tersebut dijemput keluarga korban di Palangka Raya.

Sedangkan korban selamat berusia 6 tahun dirujuk dari RSUD dr Murjani Sampit ke RS Betang Pambelum Palangka Raya untuk tindakan operasi patah kaki.

Anak tersebut didampingi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lentera Kartini hingga keluarga dari medan menemui di rumah sakit karena satu keluarga korban kecelakaan tersebut merupakan perantau dan tidak memiliki keluarga lain di Kotim.

"Kami meminta perusahaan betul-betul anak ini agar bisa dilayani untuk penanganan medisnya karena selain trauma akibat kecelakaan yang paling tragisnya adalah kehilangan orang-orang tersayang. Dia terus menangis mencari Ayah, Ibu dan adiknya," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)

Berita Terbaru