Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Tradisi Malamang Memiliki Makna Silaturahmi

  • Oleh Marini
  • 21 Mei 2024 - 22:50 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tradisi Malamang telah berlangsung sejak ratusan tahun silam dan berlangsung secara turun temurun sampai sekarang.

Tradisi Malamang bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan sebagai bagian dari kebiasaan masyarakat yang dilakukan secara bersama oleh sekelompok atau kerabat. Tujuannya untuk sarana berkumpul dan mempererat tali silaturahmi.

Malamang juga untuk menggali potensi dan kreatifitas peserta Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2024 sekaligus mempromosikan masakan Lamang sebagai kudapan tradisional khas Kalimantan Tengah (Kalteng).

Serta yang menjadi makanan unggulan di tingkat Nasional dan Internasional.

Lomba Malamang diikuti oleh 10 kabupaten dan 1 kota se-Kalteng.

Adapun daerah yang mengikuti antara lain Kabupaten Kapuas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Barito Timur, Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau dan Kota Palangka Raya.

Juri Lomba Malamang Muliadina MA. Lewis menyampaikan kriteria penilaian lomba Malamang antara lain : masing masing regu beranggotakan lima orang yaitu 1 orang pengupas sekaligus memarut kelapa, 1 orang penyiap bahan pembuatan lamang dengan memasukkan beras ketan kedalam ruas bambu.

Serta menyiapkan bahan garnish untuk mendekorasi  menu lamang yang siap saji, 1 orang sebagai penyiap tungku tempat pembakaran sekaligus memasak lamang dan 1 orang sebagai pramumenu/ guide yang review dewan juri.

"Bahan dasar dan alat Malamang disediakan oleh peserta masing masing dan durasi lomba 6 jam dari awal persiapan hingga proses penyajian," katanya, Selasa, 21 Mei 2024. 

Pada hari ke tiga FBIM ini katanya Lomba Malamang dilaksanakan bertempat di Gor Tuah Pahoe, Jalan Tjilik Riwut KM5,5 Palangka Raya.


TAGS:

Berita Terbaru