Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Sukses Raih Adipura, DLH Kobar Paparkan Strategi Pengelolaan Sampah saat Rakor se Kalteng

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 29 Mei 2024 - 15:31 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kesuksesan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dalam meraih Piala Adipura ke-13 telah menarik perhatian pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Prestasi ini dijadikan percontohan bagi daerah lain dalam upaya menjaga lingkungan dan menciptakan kota yang bersih dan nyaman.

Penghargaan Adipura merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kobar dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Piala ini mencerminkan upaya berkelanjutan yang dilakukan oleh berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi masyarakat.

Pada kegiatan rapat koordinasi dan sosialisasi perhitungan indeks kinerja pengelolaan sampah (IKPS) dan tata cara pengisian atau pemutakhiran data SIPSN yang berlangsung di Palangka Raya pada 28 - 29 Mei 2024, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kobar menjadi salah satu narasumber utama.

Dalam acara ini, DLH Kobar membagikan strategi pengelolaan sampah yang telah mereka terapkan dengan sukses.

Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Nurliani, menjelaskan beberapa strategi yang diterapkan di Kabupaten Kotawaringin Barat.

"Dukungan regulasi dari Pemda Kobar sangat penting, di antaranya gerakan Jumat Bersih dan kewajiban pengelolaan sampah di tingkat kecamatan dan kelurahan," ujarnya.

Selain itu, Pemda Kobar juga mengeluarkan himbauan untuk menyediakan hidangan rapat yang bebas dari kemasan plastik, dan melarang penggunaan kemasan air minum berbahan plastik sekali pakai serta kantong plastik. Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya mengurangi sampah plastik di lingkungan.

Dengan cakupan wilayah pengelolaan sampah yang luas, yakni 2.405,76 km², DLH Kobar beroperasi di dua kecamatan yaitu Kecamatan Arut Selatan dan Kecamatan Kumai. Pengelolaan sampah di wilayah ini dilakukan dengan berbagai pendekatan, termasuk gerakan minim sampah yang difokuskan pada pelajar dan penerapan ekonomi sirkular melalui daur ulang sampah, bank sampah TPS3R, dan PDU.

"Gerakan ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal serta mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA," ungkap Nurliani.

Pendekatan teknologi juga diterapkan untuk mendukung efektivitas pengelolaan sampah di daerah tersebut.

Strategi untuk mendapatkan Adipura pertama lakukan validasi data pengelolaan sampah dalam aplikasi SIPSN. Kemudian komitmen dan sinergitas dari semua pihak untuk mendukung lingkungan yang bersih. Koordinasi yang intens dengan berbagai stakeholder juga menjadi kunci keberhasilan ini.

Nurliani menambahkan, pihaknya sangat berterima kasih karena diberikan kepercayaan untuk berbagi pengetahuan terkait keberhasilan Kobar meraih Adipura ke-13.

"Semoga strategi ini dapat diterapkan dan menjadi salah satu acuan daerah lain agar Kalimantan Tengah semakin bersih dan sehat," tutupnya. (DANANG/R)


TAGS:

Berita Terbaru