Stok Darah Pada Ramadan Hanya Dua Pekan

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 06 Juni 2016 - 13:35 WIB

BORNEONEWS, Kotim - Memasuki bulan suci Ramadan 2016, stok darah di Laboratorium Unit Donor Darah (UDD) PMI Sampit hanya mencukupi hingga dua pekan. Total persediaan darah, 165 kantong.

Ketersediaan darah diperkirakan hanya akan bertahan hingga dua pekan Ramadan. Memasuki minggu ketiga, kemungkinan besar akan habis, ujar Humas Laboratorium Unit Donor Darah (UDD) PMI Sampit, Seniwantoko, kepada Borneonews, di Sampit, Senin (6/6/2016).

Untuk stok darah yang tersedia saat ini di UUD PMI Sampit dan Bank Darah RSUD dr Murjani Sampit, golongan A 60 kantong, golongan B (70), golongan O (25), dan golongan AB, 10 kantong. Idealnya kebutuhan suplai darah per bulan biasanya 400 kantong dengan berbagai golongan. Sehingga hanya tersedia belum sampai 200 buah tersebut, membuat pihaknya akan berusaha memenuhi kebutuhan darah tersebut.

Saat ini untuk stok darah golongan O dan AB sedang menipis, namun untuk yang lain masih lumayan banyak, lanjut Seniwantoko.

Untuk memenuhi kebutuhan darah di bulan suci Ramadan ini, pihaknya semakin gencar menggelar sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya stok darah. Selain hal itu pihaknya juga menggandeng sejumlah instansi di Kota Sampit yang mengadakan acara atau lain sebagainya untuk menggelar donor darah.

Untuk memenuhi kebutuhan, selain sosialisasi, kami juga bekerjasama dengan instansi di Kota Sampit. Kerena saat Ramadan tren masyarakat mendonorkan darah biasanya menurun, ucap Seniwantoko.

Selain itu, pihaknya juga akan membuka pelayaanan donor darah yang dilakukan pada malam hari. Dengan membuka pelayanan di UDD PMI Sampit Jl A Yani. Kemungkinan besar akan mengadakan upaya melakukan pendonoran di tempat ibadah usai melaksanakan Salat Tarawih untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya. Bahkan bila ada lembaga atau organisasi ingin mendonor darah ditempatnya, maka pihaknya siap melakukan hal itu.

Karena siang hari kebanyakan pendonor sedang berpuasa, maka kami memberikan pelayanan donor pada malam hari, kata Seniwantoko. (M. HAMIM/N).

Berita Terbaru