Wali Kota Bangga Kafilah Palangka Raya Juara Umum MTQ Kalteng

  • Oleh M. Muchlas Roziqin
  • 09 Juni 2016 - 11:30 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Riban Satia sangat bangga pada Kafilah Palangka Raya yang berjaya di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Tengah 2016. Dalam MTQ Kalteng ke-28 itu, kontingen Kota Cantik memboyong kembali trofi juara umum keempat kalinya. Sebagai bentuk penghargaan kepada para juara, Riban enggan memberikan bonus dalam bentuk uang. Alasannya, tidak awet.

Untuk reward, tidak bisa janjikan sekarang, tapi lihat dan dengar dulu kebutuhan mereka ini apa, lalu lihat mekanismenya bagaimana. Ini karena saya ingin agar ke depan punya nilai bagi sang anak, kalau uang kan cepat habis dan belum tentu untuk pengembangan bakat mereka dan pendidikan mereka. Jadi kita tidak melihat saat ini, tetapi kemanfaatan ke depan. Siapa tahu ada yang ingin jadi dokter dan sebagainya. Kita cari formatnya, ujar Wali Kota Riban Satia, saat penyambutan Kafilah Kota Palangka Raya sebagai juara umum pada MTQ ke-28 yang dirangkai buka puasa bersama di kediaman pribadinya jalan G Obos Palangka Raya, Selasa (7/6) petang.

Riban berdiri memberikan arahan, Ketua Kafilah Palangka Raya, Rojikinnor berharap ada reward yang diberikan kepada peserta berupa uang pembinaan. Rojikinnor menyebut keberhasilan yang diraih ini buah dari jerih payah pelatih, selain dari kemampuan individu peserta sendiri. Karena itu perlu juga untuk pelatih.

Rojikinnor, yang juga Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Permukiman (Disciptarum) Palangka Raya ini mengilustrasikan, beberapa daerah seperti Kapuas dan Barito Utara menghadiahi beberapa peserta yang berhasil membawa trofi juara di cabang lomba MTQ berupa uang Rp 10 juta. Karena itu ia bermohon wali kota memberikan penghargaan serupa minimal dengan nominal yang sama.

Saya hanya bisa bermohon, agar mereka diberikan reward karena juara dan membawa nama daerah, minimal sama dengan daerah lain, selain uang pembinaan seperti biasanya. Juga harap agar diikat sebagai Qori-Qoriaah  kota yang dimenej LPTQ, agar nanti tidak kemana-mana. Lalu mereka disediakan beasiswa, termasuk pelatihnya, kata dia.

Rojikinnor juga merincikan total rombongan yang diikutkan pada MTQ ke-28 sebanyak 108 orang. Tetapi total peserta lomba hanya 38 orang. Sisanya, yang justru lebih banyak, adalah para offisial dan panitia.

Yang kita kirim adalah 38 orang. Yang berhasil meraih peringkat sebanyak 28 orang. Prestasi luar biasa ini keberhasilan dari pelatih dalam mendidik mereka, tutur dia. (M. MUCHLAS ROZIKIN/N).

Berita Terbaru