Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Setelah 13 Hari Menikah, Eet Ditemukan Sudah jadi Jenazah

  • 09 Juli 2016 - 16:10 WIB

BORNEONEWS, Sampit -  Tewasnya Eet ,alias Yoga Saputra, masih menjadi tanda tanya. Meski pihak kepolisian sudah menangkap dan menahan si terduga pelaku' yakni Dony, yang, tidak lain adalah teman Eet.  Tewasnya Eet ini  menjadi persoalan bagi keluarga, karena Eet adalah pengantin baru.  Ia baru 13 hari menikah.

Kala itu menjelang Idul Fitri, warga Desa Pundu dan Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur digemparkan tentang penemuan mayat laki-laki bernama Eet, alias Yoga Saputra, 19, warga Pantai Harapan yang kurang lebih sudah lima hari hilang.

Dari informasi yang dihimpun Borneo News, bermula korban mengantarkan temannya bernama Dony, 21, karyawan PT Tast 3 pada Minggu (3/7/2016) ke perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Tast 3 di Desa Lubung Buyung, Kecamatan Cempaga Hulu dengan mengendarai sepeda motor milik korban.

Namun di tengah perjalanan korban lalu ditikam oleh temannya tersebut menggunakan senjata tajam jenis pisau. Kemudian korban ditinggal di lahan perkebunan sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan sepeda motor korban disembunyikan di dekat kebun karet sekitar areal perkebunan. Setelah itu pelaku langsung melarikan diri karena ketakutan  dicari pihak kepolisian. Ia  bersembunyi di sebuah tempat seseorang yang belum diketahui namanya tersebut.

Tidak lama kemudian pelaku bernama Dony pada Kamis (7/7/2016) sekitar pukul 19:00 WIB ditemukan pihak kepolisian di Desa Sei Ubar, Kecamatan Cempaga Hulu. Korban dan pelaku diketahui pula sudah pergi selama lima hari. Dari keterangan kepolisian, korban dan pelaku memang berteman dan kasusnya diduga hanya tergolong kasus curas (pencurian dengan kekerasan). Akan tetapi motor tidak dibawa kabur melainkan hanya disembunyikan.

"Kami sekeluarga, tahunya dari pihak kepolisian bahwa adik saya ditemukan tewas dan jenazahnya sudah ada di rumah sakit," kata kakak korban yang bernama Doni itu, Jum'at (8/7/2016).

Waka Polres Kotawaringin Timur Kompol Bronto Budiyono menjelaskan, pihaknya sudah mengetahui dan langsung mendatangi jenazah korban di kamar mayat RSUD Dr Murjani Sampit, terlihat dari tubuh korban sudah membusuk hingga kondisi badan sudah hancur.

"Ini masih dalam pengembangan, dan motifnya masih kami selidikinya apakah itu kasus pembunuhan yang direncanakan atau kasus curas. Hingga saat ini kami masih mencari barang bukti yakni sajam yang digunakan oleh pelaku dan masih mengumpulkan saksi-saksi hingga memintai keterangan keluarga korban maupun pelaku. Dari pengakuan pelaku ada delapan tusukan di tubuh korban bagian belakang yakni pinggang bagian belakang bawah dan punggung," jelasnya. (Ari/*)

Berita Terbaru