Supriono Murni Gantung Diri Diduga Kuat Akibat Masalah Keluarga

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 20 Juli 2016 - 18:40 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Supriono, 28, warga Desa Cempaka Putih, Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin timur (Kotim), yang ditemukan tewas di dalam kamarnya diduga kuat murni gantung diri.

Korban ditemukan tewas gantung diri pada Selasa (19/7/2016) di dalam kamar rumahnya. Yang pertama kali menemukan korban tewas adalah ibunya, yang baru pulang dari kampung halamannya di Pulau Jawa.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan melalui Kapolsek Parenggean Iptu Saldikcy Julanda Al Karim, setelah dilakukan olah TKP dan visum. Korban tewas murni gantung diri. Dan hal itu dilakukannya karena ada masalah keluarga.

“Diduga kuat dia melakukan hal itu karena prustasi akibat ada permasalah keluarga,” ujar Saldikcy.

Saat korban gantung diri, ia hanya tinggal sendiri di rumah itu. Keluarga maupun sang ibu sedang pulang ke Pulau Jawa pada saat menjelang lebaran. Sehingga hal itulah yang membuat korban tidak ada wadah untuk berbicara, sehingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara mengenaskan.

Sementara peristiwa itu terjadi pada saat korban ditinggal orangtuannya yang sedang mudik sejak 30 juni 2016. Saat itu, pria yang kesehariannya berjualan sayuran itu tinggal sendiri di rumah, karena dirinya tidak ikut sang ibu dan istrinya pulang kampung.

Awal ia melakukan gantung diri itu belum diketahui persis. Warga sekitar mengetahui hal itu dari sang ibu yang baru pulang dari kampung halamannya.

“Dari pemeriksaan saksi-saksi, pada Senin (18/7/2016) siang, tetangga masih melihat korban berada di rumah itu. Dan kemungkinan besar, gantung diri itu dilakukan pada malam hari,” ungkap Saldikcy. (M HAMIM/m)

Berita Terbaru