Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Morowali Utara Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Petani Kelapa Sawit di Seruyan Tunggu Hasil Kerja Sama Pemkab-Yayasan INOBU Terkait Penjualan Hasil Panen

  • Oleh Parnen
  • 30 Agustus 2016 - 17:00 WIB

BORNEONEWS, Seruyan - Petani kelapa sawit di Seruyan menunggu hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Seruyan dengan pihak yayasan dari Penelitian Inovasi Bumi (INOBU). Sejak 2015, Pemkab Seruyan melakukan kerja sama (pendampingan) dengan menggandeng pihak INOBU. Yayasanbertugas mendata jumlah petani kelapa sawit di Seruyan. Tujuannya, selain pembinaan, juga untuk mempermudah para petani menjual buah sawit hasil panen.

"Beberapa waktu lalu memang ada pihak yang mengaku dari yayasan itu melakukan pendataan mengenai berapa banyak jumlah warga petani kelapa sawit yang menekuni aktivitas penanaman. Saya pribadi sudah didata oleh mereka," ujar Rohmat (45), petani kelapa sawit asal Desa Asam Baru, Kecamatan Danau Sembuluh kepada Borneonews, Selasa (30/8/2016) pagi.

Soal adanya pendataan itu, Rohmat iseng menanyakan maksud dan tujuannya untuk kepentingan apa. Setelah dijelaskan oleh pihak yayasan, alhasil Rohmat sangat menyambut baik upaya yang dilakukan pemkab untuk para petani sawit di Seruyan.

"Saya sangat setuju sekali melalui pendataan itu. Sebab selama ini petani sawit begitu mereka panen, kadang kesulitan untuk melakukan penjualan," kata Rohmat.

Senada dengan Rohmat, Hedianur (38), petani kelapa sawit lain asal Kecamatan Seruyan Hilir, mengaku juga sudah didata soal profesinya sebagai petani kelapa sawit. Dirinya juga menyampaikan, sudah mengetahui maksud dan tujuan kegiatan pendataan tersebut.

"Ya, kita tunggu saja hasilnya. Mudah-mudahan bisa menjadi realiasi terhadap kemudahan petani dalam menjual hasil panen sawitnya," kata Hedianur.

Sebelumnya Bupati Seruyan, Sudarsono menyampaikan dalam rangka memberikan pembinaan petani kelapa sawit di wilayahnya, sekaligus upaya menuju perolehan sertifikasi ISPO dan RSPO, Pemkab Seruyan melibatkan yayasan INOBU untuk melakukan pendataan jumlah petani kelapa sawit terlebih dahulu.

"Sudah terdapat sebanyak 5.000 petani yangl didata oleh mereka, mencakup seluruh wilayah kecamatan. Kita berharap akhir tahun ini pendataan sudah selesai," kata Sudarsono.

Bupati menjelaskan, tujuan pendataan itu agar tanaman kelapa sawit yang ditanam masyarakat petani nantinya diharapkan bisa memiliki sertifikasi khusus berupa perolehan sertifikat usaha penanaman kelapa sawit. Sehingga dengan adanya itu, petani begitu panen mudah dalam melakukan penjualan hasil panen mereka.

"Pendataan berkolaborasi dengan INOBU ini menjadi hal penting bagi pemberdayaan petani sawit di Seruyan. Sebab selain tidak hanya memberikan manfaat bagi peningkatan perekonomian ditingkat petani, juga agar para petani sawit sendiri bisa ikut terlibat langsung dalam menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan," ungkap Sudarsono. (PARNEN/N).

Berita Terbaru