Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Pangkajene Kepulauan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

DPRD Barito Selatan Rapat dengan PT Adaro Bahas CSR

  • Oleh Uriutu
  • 31 Agustus 2016 - 14:35 WIB

BORNEONEWS, Barito Selatan - DPRD Barito Selatan (Barsel) rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT Adaro terkait dana CSR, di ruang rapat DPRD  Barsel, Rabu (31/8/2016). Pihak Dewan mempertanyakan apa saja program CSR yang diberikan Adaro, termasuk besarannya.

"Berapa jumlah total CSR yang diberikan di Barsel. Selama ini kita tidak tahu, apa saja, baik itu program maupun CSR yang telah diberikan PT Adaro kepada masyarakat maupun Pemkab Barsel,' kata Ketua DPRD Barsel, Tamarzam kepada Borneonews usai RDP, Rabu (31/8/2016) siang.

Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan berapa jumlah atau total kontibusi CSR untuk Barsel Karena sampai sejauh ini pihaknya belum mengetahui jumlah dan sistem penyalurannya seperti apa Untuk itu, pihak Dewan melaksanakan rapat dengan PT Adaro agar semua itu jelas.

Ditempat yang sama, Governman Relation Manager PT Adaro, Hikmatul Amin mengatakan, untuk 2016 ini kontribusi CSR yang diberikan kepada masyarakat Barsel sebesar Rp4,8 miliar. Selain itu, untuk kesehatan pihaknya juga telah membangun ruangan rumah sakit Jaraga Sasameh dan pendidikan memberikan beasiswa kepada siswa/siswi SD-SMA.

'Serta kepada masyarakat memberikan bantuan berdasarkan usulan melalui program bina desa,' bebernya.

Menurut Hikmatul, program CSR ini untuk Barsel terbesar ke tiga karena wilayah Barsel hanya lintasan dan pelabuhan. Sedangkan untuk penambangannya di wilayah Kalsel yakni Tanjung dan Balangan.

Sebelum program CSR ini digulirkan, pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dituangkan dalam peraturan bupati di tahun berjalan.

Program-program tersebut yaitu, program bina desa, untuk kesehatan di antaranya membanguna fasilitas serta operasi katarak dan pengobatan gratis yang dilaksanakan setiap tahun. Serta untuk pendidikan selain beasiswa juga membangun atau merehab sekolah-sekolah yang rusak. (Uriutu Djaper/N).

Berita Terbaru