Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Rokan Hulu Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

BOS Nyaru Menteng dan BKSDA Sita Bayi Orangutan

  • Oleh Budi Yulianto
  • 10 September 2016 - 04:50 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Nyaru Menteng bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah menyita bayi orangutan dari warga Desa Bawan, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (9/9/2016).

Koordinator Komunikasi dan Edukasi Nyaru Menteng Yayasan BOS Monterado Fridman mengatakan, berdasarkan daerah Bawan, bayi yang diperkirakan berusia 1,5 tahun itu diberi nama Bawin. Saat ini, orangutan itu sudah berada di BOS Nyaru Menteng untuk selanjutnya direhabilitasi.

"Bayi orangutan itu didapat oleh seorang warga Bawan dari hutan belakang Desa Bawan saat membuka hutan untuk berladang," kata Agung - sapaan akrab - Monterado kepada Borneonews, Jumat (9/9/2016) malam.

Berdasarkan keterangan warga yang enggan menyebutkan namanya itu, bayi orangutan ini terpisah dari induknya ketika kaget mendengar pohon bertumbangan. Kemudian warga mengambil bayi orangutan tersebut lalu dipelihara selama kurang lebih tiga bulan.

Penyitaan itu bermula dari informasi yang disampaikan Camat Banama Tingang Sem Irawan Bodoi. Sebelumnya, Irawan lebih dulu mendapat informasi jika ada salah seorang warga Bawan memelihara orangutan.

Dia lalu mendatangi warga tersebut dan memberikan penjelasan bahwa orangutan merupakan satwa yang dilindungi. Juga disampaikan ada sanksi hukum jika memeliharanya. Warga akhirnya mau menyerahkan kepadanya.

"Kemudian tim BOS dan BKSDA langsung berangkat menuju Desa Bawan sesaat setelah mendapat informasi dari camat. Kemudian camat menyerahkan ke kita," ungkapnya.

Menurut Camat, tidak menutupkemungkinan orangutan itu keluar dari hutan bersama induknya akibat Karhutla dan pembukaan lahan. Sementara dari hasil pantauan tim BOS, bagian kaki kiri bayi orangutan terdapat bekas patah tulang. Namun sudah mulai membaik.

Agus menambahkan, sepanjang Januari hingga September 2016, ada 27 orangutan yang masuk pusat rehabilitasi BOS Nyaru Menteng. Rata-rata itu akibat Karhutla 2015. (BUDI YULIANTO/m)

Berita Terbaru