Warga Tunggu Janji Manager PLN Pangkalan Bun Tindak Tegas Calo Listrik

  • Oleh Cecep Herdi
  • 19 Oktober 2016 - 13:57 WIB

BORNEONEWS, Kotawaringin Barat - Warga menunggu realisasi janji Manager PLN Rayon Pangkalan Bun, Purwanto secepatnya akan menindak tegas para calo listrik di wilayah kerjanya. Sebelumnya, Ia mengakui banyak calo yang menawarkan jasa pemasangan baru (pelanggan baru) listrik PLN di Kabupaten Kotawaringin Barat. Ia menegaskan segera memberikan sanksi atas keberadaan calon listrik yang meresahkan warga itu.

"Silahkan segera ditindak, kami menunggu tindakan tegas, agar para calo yang meresahkan masyarakat itu tidak ada lagi," kata Subhan, warga Pangkalan Bun kepada Borneonews, Rabu (19/10/2016).

Purwanto mengatakan, vendor atau instalator tidak boleh menawarkan jasa pemasangan listrik kepada masyarakat, apalagi menargetkan jumlah biaya yang harus dibayarkan. "Itu namanya calo, tidak dibenarkan seperti itu," kata Purwanto melalui sambungan telepon, Selasa (18/10/2016).

Ia menegaskan, di lingkungan masyarakat banyak calo seperti itu yang menawarkan jasa pemasangan listrik dan menjamin akan terpasang. Padahal, sesuai prosedur, masyarakat yang ingin memasang aliran listrik PLN atau pelanggan baru harus melalui kantor PLN atau gerai ataupun melalui pendaftaran online.

"Pegawai PLN juga calo, vendor juga calo kalau dia mengurus dari awal sampai selesai. Seperti vendor, itu kan tugasnya hanya instalasi doang dan mengeluarkan jaminan instalasi. Itu saja, bukan meminta fotokopi pelanggan baru sampai dia yang ngurus, saya tegaskan itu calo," terang Purwanto.

Purwanto memastikan, calo yang berkeliaran menawarkan jasa pemasangan listrik itu bukan pegawai PLN, tapi merupakan tenaga kontrak atau pihak ke tiga. "Pegawai PLN di Pangkalan Bun itu ada tiga belas orang saja, selebihnya tenaga kontrak atau pihak ke tiga."

Purwanto menegaskan, setiap vendor atau pihak ke tiga, jika ada pelanggan ingin memasang listrik baru, datang ke gerai atau ke kantor PLN untuk melakukan pendaftaran.

Namun, pernyataan Purwanto nampaknya hanya ungkapan buah bibir semata, tidak ada tindakan tegas dari PLN  untuk memutus mata rantai peredaran calo-calo tersebut. Tak dipungkiri, para calo ini dengan bebasnya menawarkan jasa pemasangan listrik baru kepada masyarakat. Mereka menjamin bisa memasang dan mengurus dari awal hingga selesai dengan biaya yang mereka patok sendiri.

Bahkan, dengan terang-terangan menawarkan jasa mengurus pemasangan listrik melalui media sosial facebook. Seperti yang diposting salah satu calo di grup Berniaga Pangkalan Bun, Senin (18/10/2016). Postingan akun facebook atas nama Mas Jones tersebut menawarkan pemasangan listrik bagi pelanggan baru. "Yang mau pasang listrik PLN bisa hubungi saya, bisa sampai pemasangan," tulisnya.

Beragam komentar yang menanyakan berapa harga dan jaminan pun bermacam-macam. Namun tak lama kemudian, postingan tersebut hilang.

Saat Borneonews mencoba menghubungi akun tersebut, ia membalas jika pemasangan untuk 1.300 volt ampere bisa sampai Rp3,5 juta. "Harganya Rp3,5 juta, pelanggan baru siapkan dulu fotokopi KTP, nanti disurvei," kata dia.

Harga tersebut jauh labih mahal dibanding pendaftaran melalui kantor PLN dan Online. Sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI nomor 33 tahun 2014 tentang tingkat mutu pelayanan dan biaya terkait penyaluran biaya listrik oleh PT PLN Persero yakni, Daya tersambung sampai 450 volt ampere (va) Rp421 ribu, daya tersambung sampai 900 va Rp843 ribu, daya tersambung 1.300 va Rp1,2 juta, dan daya tersambung 2.200 va, Rp2 juta lebih. Harga tersebut di luar biaya storm perdana, biaya materai dan SLO. (CECEP HERDI/N).

Berita Terbaru