Menjamurnya Ruko Penyebab Banjir di Kota Sampit

  • Oleh M. Rifqi
  • 24 Oktober 2016 - 16:16 WIB

BORNEONEWS, Kotawaringin Timur - Maraknya pembangunan rumah toko (ruko) baik sebagai tempat usaha maupun hunian, menjadi penyebab banjir di Kota Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Bangunan ruko yang mengabaikan ketentuan menyebabkan genangan air saat musim hujan.

Sekarang ini ruko memang sudah menjadi tren, karena selain sebagai tempat usaha juga bisa dijadikan rumah tinggal. Tetapi secara estetika, pembangunan ruko yang tidak ditata dan diatur akan berdampak pada kerusakan lingkungan, kata anggota Komisi IV DPRD Kotim, Agus Seruyantara, saat dihubungi, Minggu (23/10/2016).

Menurutnya, genangan air yang menjadi langganan jalan-jalan utama di Kota Sampit, salah satunya disebabkan drainase tidak lagi berfungsi sempurna menyalurkan debit air. Saluran air banyak ditutup plat beton oleh sejumlah pemilik bangunan, terutama bangunan ruko maupun hotel.

Alih fungsi drainase di depan hotel atau ruko yang dibeton, untuk menambah luas lahan atau tempat parkir menyebabkan air hujan tidak bisa mencari celah masuk ke drainase, ujar Agus.

Drainase yang tertutup beton juga akan sulit dalam perawatannya. Sebab akan menyebabkan pendangkalan sedimentasi yang tak dikeruk dan penyumbatan akibat gulma dan sampah.

Antisipasinya adalah normalisasi drainase. Namun, terkendala akibat drainase yang sebagian masih tertutup oleh plat beton, ucap dia.

Agus pun berharap berharap instansi terkait memberikan pemahaman kepada pemilik ruko agar turut menyadari pentingnya memelihara saluran drainase. Dinas Pekerjaan Umum secara rutin juga mesti terus melakukan perbaikan dan pemeliharaan drainase yang ada di dalam kota. (M. RIFQI/N).

Berita Terbaru