Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Kab. Kotabaru Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Sering Hujan, Petani Rotan dan Karet di Kotawaringi Timur Sulit Panen

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 12 November 2016 - 13:45 WIB

BORNEONEWS, Kotawaringin Timur - Tingginya curah hujan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, beberapa pekan ini sangat memengaruhi pendapatan petani rotan dan karet di daerah ini. Musim hujan mengganggu panenan, selain membuat para petani tidak bisa ke kebun untuk memanen rotan dan menyadap karet, sehingga sangat berdampak pada penghasilan mereka.

'Tidak bisa ke kebun kalau sering turun hujan, karena tidak akan dapat melakukan panen rotan ataupun menyadap karet,' ujar Zidan, salah satu petani di Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Jumat (11/11/2016).

Zidan mengungkapkan, dengan adanya hal itu maka sangat berpengaruh pada ekonomi mereka. Karena bertani rotan dan karet ini adalah menjadi mata pencaharian utama mereka. Sehingga dengan kondisi seperti saat ini, terpaksa mereka hanya bisa berdiam diri dirumah, dan memanfaatkan hasil penjualan karet atau rotan pada hari-hari sebelumnya.

'Kalu cuaca seperti ini sangat berpengaruh. Percuma saja menyadap karet kalau hujan sering turun, karena karet yang dihasilkan akan bercampur dengan air,' lanjut Zidan.

Sementara Ari, petani rotan mengatakan, mereka tidak dapat bekerja karena hujan yang kerap turun, baik pagi maupun sore hari. Hal itu tentu sangat berdampak pada pengeringan rotan yang dilakukan oleh mereka.

'Biasanya rotan yang sudah dibersihkan akan kering sekitar dua hingga tiga hari. Namun dengan cuaca seperti saat ini bisa mencapai satu pekan. Sehingga sangat lama baru bisa dijual,' ungkap Ari.

Dengan adanya hal itu tentu sangat berpengaruh besar bagi para petani. Sehingga banyak dari mereka yang terpaksa mencari pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup. Seperti membersihkan lading, pelayan tukang bangunan, dan juga bongkar muat pupuk di sejumlah pelabuhan yang berada di pinggirian Sungai Mentaya. (M. HAMIM/N).

Berita Terbaru