Penjaga Kampung Di Sepanjang Sungai Kahayan

  • Oleh Epra Sentosa
  • 18 November 2016 - 21:11 WIB

PATAHU Batu Balanga sangat dikeramatkan. Salah seorang tokoh Desa Tumbang Anoi, Tiong Batu menyampaikan, bahwa Patahu Batu Balanga merupakan milik orang yang sakti bernama Dambung Mangkurab. Sementara Dambung Mangkurap memiliki penyakit kurab (Bahasa Dayak Bakihis).

 Dambung Mangkurab saat itu memiliki seorang  adik, dan belakangan  adiknya menikah dengan Raja Banjar (Kalimantan Selatan).  Maka diapun juga ikut ke Banjar dan menjadi Panglima Perang Raja Banjar. Sehingga Dambung Mangkurab berjasa untuk Raja Banjar dan namannya berubah menjadi Lambung Mangkurat.

 Saat ini menjadi nama perguruan tinggi terkemuka di Banjar Masin yaitu Universitas Lambung Mangkurat.

 Patahu Batu Balangan ini ada penunggunya dan banyak yang berhajat dan meminta keberuntungan di sini, terang Tiong.

 Menurut dia, Patahu Batu Balanga juga memiliki banyak keajaiban. Misalnya, saat batu yang ada di Patahu dipindahkan, maka akan kembali ke posisi semula. Patahu Batu Balanga juga menjaga kampung-kampung di wilayah Sungai Kahayan.

 Setelah dari Patahu Batu Balangan peserta ekspedisi kembali untuk makan siang dipinggir Sungai Kahayan. Dalam kesempatan itu para peserta juga mandi dan menikmati segarnya air di Hulu Sungai Kahayan yang masih belum tercemar dan belum keruh.

 Kemudian, peserta kembali ke kamp Samatuan untuk mengumpulkan barang-barang dan menuju Sokon (tempat menginap masyarakat yang berladang di hulu Kahayan).

 Kemudian, panitia mendirikan dua tenda untuk tempat peserta menginap dan bermalam di Sokon, muara Sungai Sokon.  Udara yang sejuk diramu dengan kelelahan yang kami alami, manjadikan tidur kami sangat pulas. (yoh/*)

Berita Terbaru