Forum Anak dan Remaja Masjid Pasir Panjang dapat Penyuluhan Bahaya Narkoba

  • Oleh Koko Sulistyo
  • 27 Desember 2016 - 19:50 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Forum Anak yang tergabung dalam Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dan Remaja Masjid Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat (Kobar) mendapat penyuluhan tentang bahaya narkoba di Aula Kantor Desa Pasir panjang, Selasa (27/12/2016). Dalam kegiatan tersebut, pemerintah desa menggandeng Polres Kobar dan Puskesmas Madurejo sebagai narasumber.

Menurut Binmas Polsek Arsel, Bripka Gatot Dewi Asmoro,  penyuluhan tentang bahaya narkoba sangat penting dilaksanakan guna memberikan pencerahan dan pemahaman tentang bahaya penggunaan narkoba dikalangan remaja. Menurutnya, berdasarkan data, sepanjang 2016 angka penyalahgunaan narkoba di Kotawaringin  Barat mencapai 85 kasus dan hampir sebagian besar dari angka tersebut menyasar usia remaja.

Mengingat angka penyalahgunaan narkoba sangat tinggi maka hal itu sudah menjadi perhatian serius Polres Kotawaringin  Barat dan secara nasional sudah menyatakan perang terhadap peredaran Narkoba.

Ia menjelaskan bahwa kepolisian tidak mau melihat generasi muda dihancurkan oleh barang haram tersebut dan mengingat angkanya sudah sangat fantastis dan semakin lama semakin berkembang cara peredarannya maka kepolisian membangun sinergitas bersama masyarakat dan pemerintahan untuk senantiasa bersama-sama mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan narkoba. 

" Kami terus menjalin kemitraan bersama masyarakat untuk mencegah dan memberantas peredaran narkoba," kata Bripka Gatot Dewi Asmoro seusai kegiatan penyuluhan, Selasa (27/12/2016).

Kemudian kata dia,  saat ini yang perlu diwaspadai hal-hal baru dalam perkembangan dan peredaran narkoba yang berkembang pesat saat adalah bagaimana menekan hal-hal kecil yang menjadi bibit dalam penggunaan narkoba seperti fenomena Ngelem dikalangan anak-anak.

Untuk itu kepolisian bersama pemerintah terus melakukan sosialisasi gerakan back to family (kembali kepada keluarga) dan memberikan bimbingan dengan meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan YME serta melakukan kegiatan positif dan selalu berpikir positif. "Kalau kita selalu melakukan kegiatan positif maka kita akan jauh dari narkoba," himbau Gatot.

Gatot juga menegaskan bahwa saat ini trend yang berkembang adalah penggunaan zenit dan saat ini zenit sudah menyasar dan masuk di kalangan pelajar SLTP dan pihaknya secara serius menangani pengedar narkoba di Kobar, sementara untuk pengguna sendiri kepolisian bekerjasama dengan dua rumah sakit yaitu RSUD Sultan Imanudin dan RSCH untuk proses rehabilitasi bagi pengguna. 

"Yang membuat kita kesulitan dalam pola mereka ada mata rantai yang terputus dan hal ini perlu kerjasama dari masyarakat," ujar Gatot.

Sementara itu,  Kepala Desa Pasir Panjang,  Kecamatan Arut Selatan,  Kabupaten Kotawaringin Barat,  Tamel O mengatakan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba ini merupakan  program kerja dalam RPJM desa Pasir Panjang dan sudah dilaksanakan dua kali dalam tahun 2016.

Kegiatan ini dinilai positif guna menekan angka penyalahgunaan narkoba dikalangan anak-anak,  untuk itu pihaknya melibatkan forum anak dan remaja masjid untuk mengikuti penyuluhan tersebut. 

" Harapan kita bersama agar generasi muda yang ada di Desa Pasir Panjang dapat berkiprah dalam kegiatan positif dan membentuk generasi muda yang bebas dari narkoba," harap Tamel. (KOKO SULISTYO/N).

Berita Terbaru