Mahalnya Harga Nila di Kasongan akibat Ulah Pengepul

  • Oleh Abdul Gofur
  • 08 Januari 2017 - 13:16 WIB

BORNEONEWS, Kasongan - Sejumlah petani keramba ikan di Kasongan, Kabupaten Katingan menuding mahalnya harga ikan nila di pasaran sejak beberapa hari terakhir akibat permainan tengkulak atau pengumpul.

Pasalnya harga ditingkat petani jauh lebih murah dibanding dengan harga yang dijual pedagang di pasar. "Mahalnya harga ikan nila karena permainan pengumpul. Sebab, ditingkat petani  masih dihargai murah,  antara Rp25 ribu sampai Rp28 ribu per kg," kata Amin, pemilik keramba ikan di sekitar  Jembatan Kasongan, Minggu (8/1/2017).

Amin mengaku dengan harga Rp28 ribu per kg, misalnya, petani keramba memang masih untung lumayan. "Begitupun kalau harga  dipatok pengumpul Rp25 ribu per kg juga masih ada untungnya."

Akan tetapi jika pengumpul mematok harga kurang dari Rp25 ribu ditingkat petani, maka pemilik atau petani keramba hanya akan kembali modal atau malah merugi.

"Karena harga pakan ikan nila itu satu zak yang isi 50 kg mahal lebih dari Rp400 ribu, sementara harga ikan nila yang dipatok pengumpul tidak pernah sampai Rp30 ribu per kg," katanya.

Sebenarnya, kata Amin, ia berniat  menjajakan sendiri ikan nila itu di pasar maupun dibawa ke daerah lain agar memiliki keuntungan lebih. Namun apa daya ia mengaku tidak bisa meninggalkan usaha kerambanya tersebut terlalu lama.

"Kita berharap pengumpul ikan ini ke depan bisa menaikkan harga ditingkat petani, sebab resiko petani ikan keramba ini cukup besar, kalau tiba-tiba air pasang banyak ikan mati, sama halnya kalau air sungai tiba-tiba surut juga akan menyebabkan banyak ikan mati," imbuh Amin. (ABDUL GOFUR/B-5)

Berita Terbaru