Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Lebong Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Perusahaan Sawit di Seruyan Kembali Diimbau Tangani B3 Secara Baik

  • Oleh Parnen
  • 30 Januari 2017 - 06:38 WIB

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Pemkab Seruyan melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat kembali mengimbau agar penanganan bahan berbahaya beracun (B3) oleh pihak perusahan sawit terus dilakukan secara baik dan benar. Sejauh ini kondisinya sudah baik, dibuktikan dengan nyaris tak ada lagi keluhan warga atas dampak limbah.

"Kita ingin penanganan soal B3 itu terus membaik dan tidak menyalahi aturan. Sebab kalau tidak, akan berdampak  terhadap pencemaran lingkungan," pinta Kepala BLH Seruyan, Budi Purwanto kepada Borneonews, di Kuala Pembuang, Senin (30/1/2017).

Sampai sejauh ini, lanjut Budi, tingkat kesadaran dan pemahaman dari seluruh perusahaan dalam pengelolaan B3 sebenarnya sudah cukup baik. Hal itu terlihat dari tidak adanya lagi keluhan masyarakat sekitar lokasi perusahaan. Sebelumnya, ada saja warga yang mengeluhkan soal dugaan pencemaran seperti halnya limbah.

"Ini kita kembali mengingatkan, setidaknya ada upaya peningkatan kesadaran dari perusahaan untuk terus peduli dengan kelestarian lingkungan tanpa ada terjadi ancaman pencemaran," kata dia.

Menurutnya, B3 perusahaan ini harus bisa dikelola secara baik tanpa mengesampingan faktor kelestarian lingkungan sekitar. Terlebih untuk menjaga kehatan para karyawan yang melakukan pekerjaan di lapangan.

"Pada intinya pemkab menginginkan Seruyan bisa bebas dari ancaman pencemaran. Karena soal ancaman pencemaran lingkungan masih menjadi momok menakutkan, terutama bagi warga desa yang tinggal disekitar lokasi perusahaan," ujarnya.

"Masalah penanganan B3 perusahaan ini menjadi salah satu perhatian serius pemerintah daerah," jelasnya.

Pihaknya juga akan turut mengintensifkan pengawasan dalam hal pengelolaan B3 ataupun limbah perusahaan yang dihasilkan. Jangan sampai, hanya karena kurangnya kesadaran perusahaan mengenai masalah ini, akhirnya menimbulkan gesekan persoalan dengan warga desa sekitar lokasi. (PARNEN/N).

Berita Terbaru