Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Gorontalo Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Mayoritas Penambang Liar di Sekonyer Pendatang

  • Oleh Raden Aryo Wicaksono
  • 01 Februari 2017 - 18:00 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Aktivitas penambangan tanpa izin (peti) di Sungai Sekonyer, sekitar kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memicu kegerahan warga desa sekitar.

Pasalnya, aktivitas ilegal yang mengakibatkan pencemaran lingkungan dan ancaman kesehatan itu dilakukan oleh warga pendatang. Sementara, yang menderita akibat dampak negatif tambang, malah warga setempat.

Sekretaris Desa Sungai Sekonyer, Taufik menjelaskan, aktivitas peti di Sungai Sekonyer sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Namun Taufik memastikan, kegitan tambang zirkon dan emas ilegal tersebut bukan dilakukan oleh warga asli setempat. Melainkan oleh warga lain yang berasal dari desa dan atau kelurahan serta kecamatan lain.

"Bukan (warga desa). Warga kita enggak ada yang nambang. Mereka itu kebanyakan dari Kumai (perkotaan) dan orang luar (pulau). Kebanyakan tidak kenal malahan. Ada yang kita kenal, karena orangnya itu-itu aja. Ada juga yang enggak kita kenal. Entah datangnya dari mana. Itulah sulitnya mengawasi. Sedangkan lokasinya sulit dijangkau, alur sungainya sudah hancur karena tambang," terang Taufik, Selasa (31/1/17). (RADEN ARIYO/B-2)

Berita Terbaru