Sebanyak 21 Pondok Penambang Liar di TNTP Dihancurkan

  • Oleh Raden Aryo Wicaksono
  • 07 Februari 2017 - 18:46 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Operasi patroli tim gabungan Balai Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), 1-6 Februari kemarin, kembali menemukan adanya aktivitas pertambangan liar yang beroperasi di dalam kawasan konservasi orangutan terbesar di dunia itu.

Puluhan pondok para penambang berhasil ditemukan. Petugas juga mendapati belasan mesin dan peralatan tambang yang digunakan penambang liar.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) 1, Balai TNTP, Saut Manalu mengungkapkan, operasi patroli tambang oleh tim gabungan tahap kedua, 1-6 Februari kemarin difokuskan di daerah Kulat dan Tempukung II kawasan TNTP. Di dua titik tersebut, tim gabungan menemukan kurang lebih 21 pondok penambang, yang ditinggalkan lari oleh para penghuninya, tak lama setelah tim gabungan tiba di lokasi.

"Tim datang, mereka lari. Jadi peralatannya ditinggal. Ada 17 unit mesin alat tambang yang berhasil ditemukan di sekitar pondok-pondok itu. Ada yang dikubur dalam tanah. Peralatan dan mesin tambang itu kita hancurkan. Pondok-pondoknya juga kita hancurkan dan dibakar," kata Saut Manalu, Selasa (7/2/17).

Penghancuran pondok dan alat tambang ditujukan agar mesin dan alat tambang berupa terpal, selang dan alat angkut tidak kembali digunakan oleh para penambang. Pihaknya tidak mampu membawa untuk mengamankan alat-alat tambang tersebut sebagai barang bukti. Lantaran medan dan jarak tempuh yang berat serta jauh. Bila ditarik garis lurus, jarak yang harus ditempuh para petugas, dari titik keberangkatan ke titik tujuan lokasi kurang lebih sejauh 9 kilometer.

"Selain 17 mesin Robin. Kita juga menemukan adanya kulit Kijang di pondok milik penambang. Jadi besar kemungkinan mereka itu juga berburu. Kemudian kita menemukan puluhan liter bensin di dalam 6 galon ukuran 20 liter di lokasi tambang." (RADEN ARIYO/B-10)

Berita Terbaru