BNN Kota Beri Wawasan Bahaya Narkoba kepada 35 Ibu Hamil

  • Oleh Budi Yulianto
  • 08 Februari 2017 - 11:10 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palangka Raya mengundang 35 ibu hamil untuk disuluh mengenai bahaya narkoba.

Kegiatan itu berlangsung di Hotel Marimar, Jalan Tjilik Riwut, Km 2,5 Palangka Raya, Rabu (8/2/2017) pagi.

Dalam kegiatan itu, BNN Palangka Raya menghadirkan dokter spesialis kandungan dari RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya Miko U Ludjen.

Kepala BNN Kota Palangka Raya M Soedja'i dalam pemaparannya menjelaskan mengenai bahaya narkoba, termasuk dampak buruk bagi ibu, baik sebelum, saat hamil, maupun setelah melahirkan.

"Ini untuk memberikan wawasan atau pembelajaran supaya ibu hamil memahami bahayanya narkoba. Jadi semuanya harus menjauhi narkoba baik sebelum, saat hamil, maupun setelah," ucap Soedja'i.

"Di sisi lain, kita juga mendatangkan dr spesialis kandungan. Jadi dokter inilah yang akan menyampaikan tips hamil yang baik seperti apa," tuntas Soedja'i.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang balita berusia 5 bulan diketahui positif terpapar sabu sebagai dampak dari ibunya yang kecanduan narkoba. Kasus ini terungkap setelah polisi meringkus bapak dari balita tersebut bernama Deni Hidayat (33 tahun) di kediamannya, Jalan Tjilik Riwut, Km 7,5, Palangka Raya.

Dari situlah, istri Deni berinisial RI (22) terungkap kecanduan sabu. Padahal saat itu dia sedang menyusui. RI mendapatkan sabu dari suaminya sendiri. RI dan anaknya kemudian menjalani rehabilitasi. Sedangkan Deni diproses sesuai hukum yang berlaku. (BUDI YULIANTO/B-3)

Berita Terbaru