Ratusan Unggas di Kapuas Mati Diduga akibat Penyakit Flu Burung 

  • Oleh Djimmy Napoleon
  • 22 Februari 2017 - 18:21 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kapuas drh Anik Ariswandani menyatakan, pihaknya menemukan ratusan unggas mati diduga akibat terjangkit virus flu burung (AI/Avian Influenza), baru-baru ini.

Kasus itu ditemukan di Kapuas pada tiga desa di tiga kecamatan, yakni Desa Sidorejo Kecamatan Bataguh, Desa Tamban Raya Kecamatan Tamban Catur, dan Desa Lupak Timur Kecamatan Kuala Kapuas.

"Kami sudah turun ke lapangan ke Kecamatan Tamban Catur hasil rapid test negatif AI. Tapi di Bataguh Desa Sidorejo hasil tes cepat positif AI. Di Kapuas Kuala Desa Lupak Timur positif AI," kata Anik, Rabu (22/2/2017).

Gejala penyakit itu, imbuh Anik, seperti tidak unggas tidak mau makan, saluran pernafasan berlendir, jenger dan dada kebiruan, dan mendadak mati. "Tapi ini bisa AI atau ND (new castle diease), kepastiannya nanti menunggu hasil laboratorium," imbuh dia.

Unggas yang mati di antaranya berupa ayam kampung, kalkun, dan burung puyuh. "Sudah 100 lebih yang mati. Setiap warga yang punya unggas rata-rata ada ternaknya ada yang," katanya,

Setiap unggas yang mati yang punya ciri-ciri seperti itu selalu dibakar dan dikubur dan tidak boleh dibuang sembarangan untuk mencegah penularan. (DJIMMY NAPOLEON/B-5)

Berita Terbaru