Diajak Budidayakan Bawang Merah, Petani Minta Jaminan Soal Harga

  • Oleh Abdul Gofur
  • 11 Maret 2017 - 15:18 WIB

BORNEONEWS, Kasongan - Sejumlah petani di Kabupaten Katingan meminta jaminan soal harga bawang merah. Mereka khawatir jika membudidayakannya di areal yang lebih luas, tetapi saat panen harganya malah anjlok.

Seperti yang disampaikan sejumlah petani di Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Hiyang Bana. Selain jaminan pasar, petani di sana juga berharap bantuan bibit bawang merah maupun pupuk.

"Kita sebenarnya berminat menanam bawang merah. Tetapi kalau misalnya panen ada jaminan harganya masih sesuai," kata Sarno, petani di UPT Hiyang Bana, Kecamatan Tasik Payawan, Sabtu (11/3/2017).

Sarno mengatakan dia bersama sejumlah warga UPT lainnya sudah sering menanam bawang merah. Umumnya ditanam di polybag dan untuk keperluan sendiri.

"Kalau ada jaminan harganya stabil, kami berminat menanam bawang merah," katanya.

Dia menjelaskan, budidaya bawang merah ini tergolong rumit dan tidak sembarangan. Pasalnya, lahan di UPT Hiyang Bana ini rata-rata pangkat hidrogen/PH-nya tinggi. Sehingga harus diberikan perlakukan kapur dolomit terlebih dahulu guna menurunkan keasaman tanah.

"Butuh modal besar kalau memang ingin membudidayakan bawang merah itu, termasuk bibit dan pupuk serta obat-obatan," pungkasnya. (ABDUL GOFUR/B-11)

Berita Terbaru