Sanggar TMPT Penyaji Tari Unggulan Ter­baik

  • 25 Agustus 2014 - 02:18 WIB

SANGGAR Tari Tingang Menteng Pahun­jung Tarung (TMPT) Kuala Kapuas, Ka­bupaten Kapuas, tampil memukau di­hadapan dewan juri dan ribuan pe­ngun­jung Teater Bhinneka Tunggal Ika Ta­man Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sab­tu (23/8) sore.

Sebagai hadiah, dewan juri pun me­ngu­kuhkan Sanggar Tari TMPT Kuala Ka­puas sebagai Penyaji Tari Unggulan Ter­baik Parade Tari Nusantara ke-33 Ting­kat Nasional Tahun 2014.

Bahkan Sanggar Tari pimpinan Erlian­syah Narpan M Apoi ini mendapat ke­hor­matan untuk tampil kembali pada Pen­utupan Parade Tari Nusantara.

Kabag Humaspro Setda Kapuas Su­war­no Muriyat yang sejak pagi hingga ma­lam terus menyaksikan penampilan sang­gar tari dari 33 provinsi se-Indonesia telah menduga bahwa TMPT akan ra­ih prestasi gemilang.

“Hampir seluruh penonton berdecak ka­gum kepada sembilan penari te­rampil, kompak, dan cekatan saat me­nampilkan sendratari berjudul Tarantang Betang Sei Pasah, sebuah ki­sah sejarah tentang asal mula keturun­an penduduk Kabupaten Kapuas,” ujar Su­warno melalui rilis persnya, Minggu (24/8).

Gerak tari yang runtut dan apik, di­­iringi 10 pemusik tradisional khas Ka­­puas, menggambarkan filosofi hidup Su­ku Dayak Kalimantan Tengah dalam Huma Betang, sebagai perilaku yang men­junjung tinggi kejujuran, kesetara­an, kebersamaan, dan toleransi serta taat pada hukum alam, adat, bahkan ne­gara.

Filosofi Huma Betang disimbolkan oleh para penari dengan gerak yang kom­pak dan memukau berikut ornamen khas Dayak berupa mandau, talawang, bulu burung tingang, garantung, ser­ta replika Huma Betang Sei Pasah dan bentangan kain kuning panjang (ta­pih bahalai).

Kadisporabudpar Kabupaten Kapuas Ta­tang Lesmana mengaku bangga deng­an prestasi yang ditorehkan Sanggar Ta­ri TMPT.

Dia tidak lupa pula menyampaikan te­ri­ma kasih kepada Pemerintah Provinsi Ka­limantan Tengah dan Kabupaten Ka­puas yang berkomitmen tinggi meles­ta­rikan budaya daerah. (JM/B-3)


TAGS:

Berita Terbaru