Ini Pesan Menag di Senam Kerukunan di Palangka Raya

  • Oleh M. Muchlas Roziqin
  • 07 Mei 2017 - 08:26 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya – Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Saifuddin berpesan agar jangan melakukan kekerasan atas nama agama, atau menjadikan agama sebagai justifikasi dan dasar melakukan sesuatu yang sebenarnya malah tidak diatur dalam agama tersebut. Sebaliknya, agama sebenarnya ada untuk memanusiakan manusia.

Penekanan Menteri Lukman Hakim ini disampaikan saat Senam Kerukunan Umat Beragama dan Nasihat Kebangsaan di depan Gedung Triple Tower Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya, Minggu (7/5/2017) pagi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalteng, Kemenag Kota Palangka Raya, Pimpinan Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Tampung Penyang Palangka Raya, dan Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAKN) Palangka Raya.

"Kalau melakukan kekerasan (radikalisme) atas nama agama, itu mengingkari esensi agama itu sendiri. Mari kita kembalikan esensi agama itu dengan saling menghormati dan menebar kasih sayang sesama umat manusia," tandas Menteri Lukman.

Ia mengajak semua umat beragama mengembalikan substansi dan hakekat beragama. Ia berharap, kegiatan yang mengusung tema toleransi dan kerukunan umat beragama mampu mempererat ikatan antar umat beragama dalam rangka merawat kebhinekaan Indonesia, dan menekan aksi radikalisme mengatasnamakan agama. Dengan demikian, tercapai harmonisasi kehidupan beragama di Indonesia.

"Realitas Indonesia adalah keragaman dari berbagai sisi dan aspek. Karena itu keragaman ini harus diikat dengan kesadaran yang sama di antara kita yang beragam. Dengan apa ikatan itu? Pertama, nilai kebangsaan bahwa kita sebangsa, dan kedua adalah agama karena semua kita umat beragama, jangan saling menegasikan," jelasnya. (ROZIQIN/B-2)

Berita Terbaru