Oknum Perwira AU Lanud Iskandar Sempat Mengancam Keluarga Korban

  • Oleh Wahyu Krida
  • 02 Juni 2017 - 13:00 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Perwira AU Lanud Iskandar sempat mengancam Freddy (53), warga Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Ancaman itu dilontarkan saat Freddy bersama tujuh anggota keluarga yang lain melaporkan peristiwa pemukulan yang dialaminya pada POM AU.

"Begini katanya. Silakan kalian lapor bupati atau gubernur. Saya tidak takut. Kalau kalian melapor, keluarga kalian saya babat habis. Kata-kata tersebut diucapkan oknum perwira tersebut dengan nada sangat garang. Bahkan sampai ada anak buahnya mencoba menenangkanya sambil berkata sabar bang, sabar," ujar Bambang Prasetyo Nur Iwan, keluarga korban pemukulan yang dilakukan oleh oknum perwira tersebut, Jumat (2/6/2017).

Ia menceritakan, bukan hanya dirinya saja yang mendengar kata-kata sesumbar yang mengatakan bahwa ia tidak takut pada siapapun. "Saat kakak ipar saya Freddy dan keponakan saya Giancarlo Fiesta (18 ) melaporkan peristiwa pemukulan yang dilakukan oleh oknum perwira AU Lanud Iskandar di markas POM AU, Rabu (31/5/2017) beberapa saat usai kejadian, oknum perwira tersebut datang ke markas POM sambil marah-marah," ujarnya.

Insiden pemukulan warga yang dilakukan perwira TNI AU terjadi pada Rabu (31/5/2016). Peristiwa itu berawal ketika mobil yang dikendarai Freddy akan menyelip mobil Honda Jazz merah milik perwira. "Honda Jazz merah itu langsung memotong jalan saya dari arah kiri. Setiap saya bermaksud mendahului, pasti ia kesannya tidak memberikan jalan," ujar Fredy.

Tepat di depan SMPN 7 Arsel, Jalan Pasir Panjang, Freddy menghentikan mobilnya. Rupanya mobil Jazz merah itu berhenti juga dan keluar dua orang berpostur besar. Di situlah terjadi pemukulan hingga Danlanud Iskandar turun ke tempat kejadian peristiwa.  (WAHYU KRIDA/B-2)

Berita Terbaru