Bapapai, Ritual Membersihkan Diri Bagi Mempelai

  • 20 Januari 2014 - 15:38 WIB

RITUAL Bapapai masih dipegang teguh oleh masyarakat Suku Bakumpai, yang tinggal di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Manurut Janan, tokoh adat warga Muara Tuhup, Kabupatan Murung Raya (Mura) di Puruk Cahu, Bapapai diselenggarakan saat proses adat perkawinan.

Ritual Bapapai, adalah sebuah acara mandi kembang calon pengantin yang dilaksanakan pada malam hari, biasanya setelah akad nikah sekitar pukul 20.00 hingga pukul 10.00 WIB.

Proses mandi kembang cukup sederhana dan unik, yaitu sebelum mandi kembang, kedua pengantin harus berputar mengelilingi tempat mandi yang dipagari benang hitam, diiringi oleh tujuh perempuan yang berperan sebagai dayang.

Kemudian, pengantin setelah berputar sebanyak tujuh kali dan duduk di tempat yang telah disediakan untuk dimandikan oleh tujuh orang dayang secara bergantian. Setelah itu, kedua mempelai didandani layaknya para dayang yang melayani raja dan ratu.

Tradisi mandi kembang ini diartikan mempelai membersihkan dan membuang masa lalu atau masa remaja. Kemudian bersiap dengan jiwa raga yang bersih menyongsong hari depan yang lebih bersih seperti layaknya seorang yang baru saja dimandikan.

Bapapai ini harus dilakukan di lapangan terbuka sehingga menjadi tontonan gratis bagi masyarakat. Mereka mempercayai, warga yang tidak melaksanakan Bapapai, kemungkinan besar calon pengantin akan selalu ada masalah dalam berkeluarga atau sering disebut siksa, karena tidak mematuhi aturan para leluhur. (SU/B-2)


TAGS:

Berita Terbaru