Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. OKU Selatan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pemkab Kotim Diminta Sikapi Kekurangan Tenaga Bidan

  • Oleh Naco
  • 22 Juni 2017 - 19:32 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Rimbun menyebutkan pelaksanaan program Jaminan Persalinan (Jampersal) 2017, tidak dapat berjalan maksimal karena kurangnya tenaga bidan di daerah ini.

Rimbun mengatakan, fakta tersebut berdasarkan pengecekan Komisi III di lapangan. Kekurangan tenaga bidan itu mengakibatkan beberapa puskesmas dan pustu di pedalaman Kotim mengalami kekosongan.

"Kami mendorong pemkab untuk merekrut tenaga bidan guna ditempatkan di puskesmas maupun pustu yang masih belum memiliki tenaga bidan," kata Rimbun, Kamis (22/6/2017)

Penambahan tenaga bidan sebagai upaya untuk pemerataan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, terutama membantu persalinan ibu hamil.

"Anggaran yang telah disiapkan Pemerintah Daerah untuk program Jampersal nilainya mencapai Rp3,9 miliar, namun belum mampu menjangkau seluruh sasaran. Salah satu faktor penyebabnya kurangnya tenaga kerja bidan di daerah-daerah," ucap Rimbun.

Sasaran program Jampersal menurut Rimbun adalah semua ibu hamil yang tidak mampu dan tidak memiliki jaminan kesehatan. Sehingga bisa melaksanakan persalinan pada pelayanan kesehatan dengan jaminan tersebut. Baik untuk transportasi ataupun biaya medisnya.

Rimbun berharap pemkab bisa mengatasi keadaan yang saat ini terjadi, dengan memprioritaskan penempatan tenaga bidan di wilayah pedalaman.

Program Jampersal juga menyiapkan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) bagi ibu hamil yang kediamannya jauh dari pusat layanan kesehatan, sehingga lebih dekat menuju tempat pelayanan kesehatan. (NACO/B-11)

Berita Terbaru