Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Padang Pariaman Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Anggota Satpol PP Kapuas Sebut Bukan Dirinya Yang Kabur Saat Razia Polres Palangka Raya

  • 24 Juni 2017 - 00:30 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kapuas berinisial HF membantah bahwa dirinyalah yang kabur dari razia jajaran Polres Palangka Raya dan Dewan Adat Dayak (DAD) Palangka Raya pada Kamis (22/6/2017) malam.

Menurutnya, lelaki yang kabur dari razia saat sedang 'ngamar' dengan perempuan idalam lain di kamar nomor 7, Wisma Tilung Guest House, Kota Palangka Raya, adalah rekannya berinisial BM.

Meski begitu, HF mengakui bahwa mobil warna putih dengan nomor polisi DA 7236 DB yang diamankan polisi adalah miliknya. Akan tetap, saat itu bukan dirinya yang membawa mobil tersebut, melainkan BM.

Ia menceritakan, malam itu dirinya memang berada di Kota Palangka Raya. Ia berangkat dari Kapuas bersama BM. Tujuan mereka untuk membeli atribut Satpol PP di salah toko di 'Kota Cantik'.

Setelah barang yang dicari dapat, mereka lalu menginap di rumah saudara HF di Jalan G Obos. BM lalu meminjam mobil HF dengan alasan hendak keluar sebentar. Saat dipinjam, HF tidak mengambil pakaian dan topi dinasnya yang disimpan di dalam mobil.

Sekita pukul 00.30 Jumat dini hari, BM menelepon dirinya memberitahukan bahwa mobilnya diamankan jajaran Polres Palangka Raya saat kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (K2YD).

HF kemudian datang ke Polres Palangka Raya untuk mengurus mobilnya. Dan pada Pada Jumat (2/6/2017) dini hari, mobil HF diizinkan dibawa pulang oleh aparat kepolisian.

"Kata BM saat lari kunci mobil ketinggalan di dalam kamar. Mobil saya ambil dan pukul 03.00 sudah bisa dibawa pulang. Saya akui itu kesalahan saya. Namanya manusia kadang ada khilaf," turut HF saat memberikan klarifikasi kepada Borneonews, Jumat malam.

Seperti diberikan sebelumnya, seorang lelaki yang diduga aparatur sipil negara (ASN) di Satpol PP Kabupaten Kapuas diinformasikan kabur dari kamar nomor 7, Wisma Tilung Guest House, Kota Palangka Raya, Kamis (22/6/2017) malam.

Ia kabur diduga lantaran takut ditangkap aparat Polres Palangka Raya yang sedang menggelar operasi kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (K2YD) dengan melibatkan DAD Kota Palangka Raya. Karena saat itu, dia sedang berduaan dengan perempuan idaman lain.

Namun, menurut HF, yang kabur dalam operasi itu bukan dirinya, melainkan rekannya BM. (DJIMMY NAPOLEON/B-3)

Berita Terbaru