Dihadang Gelombang Tiga Meter, Tim tak Bisa Jemput Dua Korban

  • Oleh Parnen
  • 17 Juli 2017 - 07:00 WIB

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Kerja keras tim gabungan Basarnas Sampit saat melakukan upaya penjemputan estafet dua korban tenggelam KM Karya Bersama, yang menunggu sekitar lima mil dari muara perairan laut Seruyan, belum membuahkan hasil, sampai Senin (17/7/2017) dini hari. Speed boat Basarnas Sampit, Minggu (15/7/2017), pukul 22.05 WIB, berangkat ke lokasi.

Karena buruknya cuaca dan besarnya gelombang laut, mencapai setinggi tiga meter, membuat tujuh petugas penjemput dengan menggunakan speed boat Basarnas terpaksa harus membatalkan misi penjemputan yang berakhir, Senin dini hari, pukul 00.50 WIB.

"Karena cuaca dan gelombang laut sangat tinggi, kedua korban belum berhasil kita jemput untuk dibawa ke Kuala Pembuang. Sebab sangat membahayakan keselamatan," kata Kapolres Seruyan AKBP Nandang Mukmin Wijaya.

Selama perjalanan menjemput dua korban atas nama Nahkoda M Khairudin dan ABK Safrul Gunawan, tim gabungan Basarnas harus berjibaku untuk melawan ketinggian gelombang laut. Mereka bersusah-payah mengatasi kondisi alam , guna merapat ke kapal penjemput pertama yang sudah membawa kedua korban yang berada di posisi jarak 38 mil dari muara laut.

Sementara itu, Kuswoto, seorang anggota Basarnas Sampit, menyampaikan, pihaknya tak bisa merapat untuk menjemput korban pada kapal yang sudah ditumpangi. "Jarak kami dengan keberadaan korban pada kapal itu sebenarnya sudah dekat. Tapi karena gelombangnya tinggi dan kami tak bisa masuk untuk menyambangi."  (PARNEN/N).

Berita Terbaru