Pasar Dadakan yang Menguntungkan Juga Merugikan

  • Oleh Noor Annisa
  • 17 Juli 2017 - 19:36 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Pasar dadakan atau yang kerap disebut pasar malam tumbuh hampir merata di setiap sudut Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Hal ini tidak lepas dari faktor tingginya minat warga mengunjungi pasar dadakan.

Setiap tempat atau lahan kosong yang dekat permukiman warga, sepertinya tidak akan disia-siakan pelaku pasar dadakan. Satu per satu lokasi diisi dengan lapak pedagang pasar tersebut.Salah

Selain memberikan kemudahan kepada warga di sekitarnya, pasar dadakan juga menjadi wadah untuk warga lain yang tidak memiliki pekerjaan untuk berdagang.

Iwan, warga Jalan Jenderal Sudirman, mengaku dimudahkan dengan keberadaan pasar dadakan di dekat tempat tinggalnya. "Lebih gampang kalau mau cari kebutuhan dapur. Tidak perlu jauh-jauh ke pasar," kata Iwan, Senin (17/7/2017).

Keberadaan pasar dadakan pada sore hingga malam hari juga sepertinya juga merupakan waktu yang pas untuk sebagian yang sibuk di pagi hari. "Kalau pagi saya kerja, jadi belanja di pasar dadakan. Sekarang juga ada di mana-mana, jadi memudahkan saya," tambahnya.

Menguntungkan bagi sebagian orang, namun tidak untuk sebagian lainnya. Keberadaan pasar dadakan ternyata dikeluhkan pedagang di pasar besar. Pasar dadakan dianggap penyebab berkurangnya pelanggan yang datang di pasar besar.

"Pasar dadakan itu bikin dagangan kita tidak laku. Warga jadi malas ke sini lagi," kata Sri, salah satu pedagang Ikan di Pusat Perbelanjaan Mentaya.

Kendati demikian, pasar dadakan kini kian menyebar, mengisi tempat atau lahan kosong yang ada. Bagaimanapun, sejauh ini pasar dadakan dianggap lebih bermanfaat dari sisi pembeli. (NOOR ANNISA/B-11)


TAGS:

Berita Terbaru