Bisnis di Kotim kian Menjanjikan, Satu Pusat Perbelanjaan Bisa Dikunjungi 6 Ribu Orang setiap Akhir Pekan

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 07 Agustus 2017 - 18:00 WIB

BORNEONEWS, Sampit -  Bisnis di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai semakin meningkat saja. Bahkan hal itu membuat investor lokal maupun asing terus melirik pasar di daerah bumi Habaring Hurung ini.

Hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya sejumlah perhotelan maupun pusat pembelajaran dan juga pengusaha kuliner di daerah ini. Yang mana hampir setiap tahunnya bertambah. 

Di mana banyaknya peminat investor di daerah ini bukan tanpa sebab. Karena dilihat dari perkembangan daerah ini cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan dalam satu tempat saja bisa di datangi rulibuan pengunjung dalam seharinya. 

Seperti halnya di City Mall Sampit, yang mana ada sekitar 6.000 pengunjung dalam setiap akhir pekannya. Hal tersebut diungkapkan Managemen City Mall Chandra, di mana dalam setiap akhir pekan pengunjung akan lebih banyak daripada hari biasanya. 

"Kami memasang sensor penghitung di setiap pintu masuk, yang mana itu merupakan alat untuk menghitung pengunjung baik yang datang maupun keluar, dan untuk di City Mall sendiri mencapai 6.000 orang yang datang," terang Chandra kepada Borneonews.co.id, Senin (7/8/2017).

Peningkatan akan lebih signifikan pada saat hari besar seperti bulan suci Ramadan maupun tahun baru. 

"Disitulah alasan kami terus mengembangkan bisnis City Mall disampit, karena daerah ini merupakan tempat bisnis yang cukup menjanjikan," kata Chandra. 

Sementara Bupati Kotim Supian Hadi mengatakan, di daerah ini sangat terbuka bagi para investor yang ingin membuka usahanya. Bahkan dirinya juga akan mempermudah perizinannya. 

"Yang terpenting tidak terbentur dengan hukum baik itu lahan maupun lainnya. Maka akan kami permudah," kata Supian. 

Saat ini, selain City Mall, ada juga Alfamart yang sudah menjamur di sejumlah ruas jalan di Kota Sampit. Bahkan ada sekitar 17 bangunan tempat berbelanja kebutuhan sehari-hari tersebut di daerah ini. 

"Yang terpenting adalah bagaiaman kita bisa membuka peluang usaha, agar penangguran di daerah ini bisa berkurang dan juga inovasi serta pemikiran putra-putri Kotim bisa lebih berkembang lagi. Sehingga tidak tertinggal bagi para pendatang," terang Supian. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)

Berita Terbaru