Tokoh Agama Harus Bisa Mendamaikan Umat

  • Oleh Testi Priscilla
  • 31 Agustus 2017 - 21:16 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kerukunan adalah pilar terpenting dalam mewujudkan ketahanan nasional. Itu adalah syarat mutlak terselenggaranya pembangunan nasional yang berkelanjutan. Karena itu, tokoh agama harus senantiasa mengajak umatnya agar selalu hidup rukun baik sesama umat beragama maupun dengan pemerintah.

"Tokoh agama itu harus mendamaikan umat, bukan justru menjadi provokator, mengompor-ngompori umat untuk membenci penganut agama lain, membenci suku yang berbeda ataupun membeci pemerintah. Jadi provokator itu tidak ada untungnya, justru kerugian yang akan diderita," kata Kakanwil Kemenag Kalteng, H Abdul Halim, Kamis (31/8/2017).

Abdul Halim mengatakan bahwa akhir-akhir ini media sosial banyak dimanfaatkan untuk menebar kebencian, menebar fitnah dan berita-berita hoax. Parahnya diindikasi ada beberapa orang yang dianggap tokoh agama turut menyebarkannya.

"Kita harus bijak menggunakan media sosial, jangan asal share. Lihat dulu konten beritanya, validitas datanya. Apakah hoax atau tidak. Jangan asal dishare. Sebab kalau tokoh yang membaginan umat akan langsung percaya," ucapnya.

Kakanwil menegaskan bahwa keragaman yang terjadi di negeri ini adalah sunatullah atau ketentuan Allah. Kebhinekaan suku, agama, ras, bahasa dan budaya adalah desain Illahi yang harus dirawat, dijaga dan dipelihara karena tentu banyak tersimpan hikmah dan kebaikan bagi kehidupan manusia itu sendiri.

Karena itu, dia mengajak para tokoh agama untuk menjadi teladan, panutan dan terus mengajak umat beragama untuk senantiasa menjunjung tinggi budaya saling menghormati, menyayangi, toleransi dan kebersamaan. Sehinga harmoni keberagaman di negeri ini akan terus terjaga. (TESTI PRISCILLA/B-11)

Berita Terbaru