Penyaluran Pupuk Bersubsidi Dievaluasi per Enam Bulan

  • Oleh Norhasanah
  • 08 September 2017 - 17:02 WIB

BORNEONEWS, Sukamara - Guna menghindari adanya penyimpangan penyaluran pupuk bersubsidi, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sukamara akan meakukan langkah evaluasi.

"Misalnya pupuk di wilayah ini tidak terpakai, namun ada wilayah lain yang kekurangan pupuk. Maka pupuk tersebut bisa dialihkan kepada daerah yang membutuhkan. Ini yang akan menentukannya provinsi." kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sukamara, Irlan Kodriansyah, Jumat (8/9/2017).

Evaluasi pupuk bersubsidi tersebut akan dilakukan setiap enam bulan sekali. Sehingga kebutuhan pupuk di setiap daerah bisa diketahui. "Dari evaluasi itu akan diketahui daerah yang kebutuhan puphknya banyak maupun yang kurang termanfaatkan." ucapnya.

Sementara itu, apabila ada agen yang ketahuan menjual pupuk bersubsidi kepada perusahaan, maka izinnya bisa dicabut serta diberhentikan. "Antisipasi penyelewengan pupuk bersubsidi," pungkasnya. (NORHASANAH/B-11)

Berita Terbaru