Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Metro Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Dedi: Menurut Dokter, Zaki Meninggal akibat Pecah Pembuluh Darah

  • Oleh Koko Sulistyo
  • 05 Oktober 2017 - 16:10 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Meninggalnya Zaki Pratama Putra (8) meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Murid kelas 1 SD Negeri Mendawai 1 Pangkalan Bun ini meninggal setelah menjalani operasi patah tulang kaki di RSUD Sultan Imanudin, Pangkalan Bun, Rabu (4/10/2017).

Menurut Ayah Zaki, Dedi Hari Priadi (31), 40 menit setelah menjalani operasi patah tulang kaki, Zaki kritis. Menurut keterangan pihak rumah sakit saat itu, lanjut Debi, Zaki mengalami pecah pembuluh darah.

"Saat saya tanyakan, Zaki mengalami pecah pembuluh darah saat operasi," ujar Debi Hari Priadi di kediamannya RT 06 Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat seusai pemakaman putra tunggalnya, Kamis (5/10/2017).

Dedi merasa heran, sebab saat operasi ada permintaan darah untuk Zaki. Ia segera menuju Bank Darah RSUD SI untuk mengambil darah, namun hingga anaknya menghembuskan napas terakhir, darah tersebut tak kunjung datang.

Menurutnya, bagaimana bisa dilaksanakan operasi kalau pihak rumah sakit tidak punya stok darah, harusnya hal itu dijadikan bahan pertimbangan saat akan dilakukan operasi, toh putranya tidak dalam keadaan mendesak untuk dilaksanakan operasi.

Dedi mengaku ikhlas atas kepergian putra semata wayangnya. Namun ia hanya ingin tahu apa yang menjadi penyebab utama anaknya meninggal dunia. "Hingga saat ini kami masih bertanya-tanya, kami hanya diberi jawaban pembuluh darah Zaki pecah dan kenapa ini bisa terjadi, banyak kasus patah tulang hingga amputasi dan dilakukan operasi tapi aman saja, apalagi operasi Zaki hanya di bagian kaki."

Untuk itu, pihaknya meminta agar pihak rumah sakit memberikan keterangan medis terkait penyebab kematian putra semata wayangnya itu. "Jangan sampai ada Zaki lain yang mengalami nasib yang sama, kami tidak menuntut rumah sakit, kami ikhlas," ujar Debi lirih. (KOKO SULISTYO/B-2)

Berita Terbaru